Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga Kalimantan Utara agar mewaspadai dampak hujan deras yang menimpa sejumlah wilayah yang dapat berpotensi menimbulkan bencana alam.

Kepala Stasiun BMKG Nunukan, Abdul Haris Zulkarnain di Nunukan, Senin menyatakan, perkiraan cuaca di Kaltara pada 12-15 Januari bakal terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi pada sejumlah wilayah disertai kilat dan petir.

Sesuai pantauan pada satelit, pada pagi hingga siang hari bakal terjadi hujan lokal di Kabupaten Nunukan. Namun pada malam hingga dini hari berpotensi terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Lalu kecepatan angin antara 3-15 knot per jam yang berhembus dari arah barat ke barat laut dengan kelembaban 68-97 persen.

Namun beberapa wilayah di Kaltara berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan kilat dengan angin kencang berdurasi singkat.

Pada 12 Januari 2020, wilayah terdampak yaitu di Tana Lia, Seimenggaris, Nunukan, Krayan, Krayan Selatan, Sesayap, Malinau Selatan, Malinau Selatan Hilir, Malinau Selatan Hulu, Malinau Kota, Tana Tidung, Lumbis Ogong, Tanjung Palas Timur, Tanjung Selor dan Tarakan.

Pada 13 Januari 2020, bakal terjadi di Krayan, Krayan Selatan, Sesayap, Malinau Selatan, Malinau Selatan Hilir, Malinau Selatan Hulu, Malinau Kota, Lumbis Ogong, Bahau Ulu, Lumbis, Peso, Sekatak dan Sembakung Atulai.

Pada 14 Januari 2020, hujan lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang terjadi di Nunukan, Krayan, Krayan Selatan, Sesayap, Malinau Selatan, Malinau Selatan Hilir, Malinau Selatan Hulu, Malinau Kota, Lumbis Ogong, Peso, Sekatak, Sembakung Atulai, Pujungan, Tulin Onsoi, Tanjung Palas Utara, Bunyu dan Tarakan.

Haris mengungkapkan rentang waktu tiga hari ke depan agar masyarakat lebih waspada terhadap dampak bencana alam seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir.

Kemudian dia juga mengingatkan kepada sarana transportasi laut, nelayan, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir pantai agar waspada potensi gelombang laut yang naik secara tiba-tiba.

Gelombang laut bisa antara 1,25 meter hingga 2,5 meter di Laut Sulawesi bagian Barat akibat angin kencang. Disebabkan oleh pertumbuhan awan konvektif (cumulonimbus) di wilayah perairan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here