Korban Hilang di Hutan Krayan
Syamsuddin, warga Makassar, Sulsel yang dikabarkan hilang antara Sarawak, Malaysia dan Krayan, Nunukan. (Sumber: Akun FB Harwin Win)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Seorang warga Makassar, Sulsel diviralkan di media sosial (medsos) hilang di hutan antara Negeri Sarawak, Malaysia dengan Krayan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Hilangnya warga berjenis kelamin pria ini dikabarkan tepat Lawas, Sarawak dengan Long Bawan, Krayan.

Kabar hilangnya pria bernama Syamsuddin (51) diposting oleh akun Harwin Win di Grup FB Rumah Aspirasi Nunukan pada Rabu sore, 16 September 2020. Korban bernama Syamsuddin (51), warga Kota Makassar yang tinggal di Long Bawan Kecamatan Krayan sejak 10 tahun silam dan satu tahun terakhir bekerja di Lawas, Sarawak.

Sehubungan, selama bekerja di negeri jiran Malaysia yang bersangkutan tidak memiliki uang sehingga korban memutuskan kembali ke Long Bawan dengan cara berjalan kaki dengan melintasi hutan. Menurut akun ini, kabar hilangnya korban berdasarkan informasi dari anak kandungnya bernama Ningsi yang tinggal di Kota Makassar.

Keinginan korban untuk kembali ke Long Bawan tersebut dilakukan pada Selasa, 15 September 2020 sekira pukul 03.00 wita dengan melewati hutan yang membatasi kedua negara ini. “Korban berjalan kaki karena tidak ada uang untuk naik kendaraan,” tulis Harwin Win dalam statusnya.

Dalam perjalanan, korban masih sempat berkomunikasi dengan anak kandungnya via telepon seluler sekira pukul 09.00 wita. Namun, setelah itu tidak ada lagi komunikasi sampai sekarang sehingga keluarganya khawatir dan menduga korban hilang.

“Terakhir kali korban berkomunikasi dengan anak kandungnya di Kota Makassar pada hari Selasa (15/9) sekira pukul 09.00 wita,” terang Harwin Win. Sekaitan dengan dugaan hilangnya korban, pihak keluarganya telah menghubungi Pos SAR Long Bawan.

Bahkan, informasi yang diperoleh dari Pos SAR Nunukan pada Rabu, 16 September 2020 sekira pukul 09.10 wita telah menindaklanjuti laporan tersebut dan telah berkomunikasi dengan keluarga atau anak kandung Syamsuddin di Kota Makassar.

Untuk memastikan kebenaran informasi pada medsos dan upaya tindaklanjut yang telah dilakukannya terhadap korban yang dikabarkan hilang ini, Koordinator Pos SAR Nunukan, Endra Anggi yang berusaha dihubung melalui telepon selulernya, Kamis, 17 September 2020 namun tidak ada jawaban. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here