Sosialisasi Migran di Flotim
Bupati Flotim, Antonius Hadjon Gebe (kedua kiri) saat sosialisasi buruh migran pada 27 Nopember 2019. (Foto: doc BERANDATIMUR.COM)

Folres Timur (BERANDATIMUR.COM) – Warga Kabupaten Flores Timur (Flotim) NTT yang “hobbi” merantau ditanggapi Antonius Hubertus Gege selaku Bupati bahwa tidak melarang warganya untuk merantau asal memiliki dokumen yang resmi agar tidak mengalami masalah dalam perantauan.

“Sebagai Pemerintah Daerah kami tidak melarang masyarakat Flores Timur untuk pergi merantau, akan tetapi kami mengharapkan, sebagai TKI yang mau berpergian baik dalam negeri maupun di luar negeri sebagai tempat tujuannya harus pergi dengan memiliki dokumen yang lengkap,” ujar Antonius pada Rabu, 4 Desember 2019.

Hal ini ditekankan oleh Bupati Flotim dengan harapan agar warganya tidak mengalami kesulitan yang dapat menyusahkan diri sendiri dan memudahkan mendapatkan pekerjaan serta mendapatkan kehidupan yang layak.

Pernyataan ini diungkapkan, Antonius saat membawakan materi pada kegiatan Seminar Nasional Mewujudkan Perlindungan Migran dan Perantau yang Aman dan Bermartabat di Aula Multi Even OMK Larantuka.

Seminar yang menghadirkan sembilan narasumber yakni, Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Pejabat yang mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur, Direktur Internasional Organization For Migration.

Lalu, Ketua Komisi Migran dan Perantau Keuskupan Larantuka, Direktur Pelayanan untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia, Dosen Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka, Testimoni Pekerja Nonprosedural Flores Timur.

Selain itu, hadir Direktur PADMA Indonesia, Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Henricus Leven, Pejabat Pemerintahan Dearah Kabupaten Flores Timur, para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Flores Timur.

Ketua Komisi Migran Larantuka, Rektor Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka, para Kepala Sekolah se Kabupaten Flores Timur, mahasiswa IKTL dan STP Reinha Larantuka, juga siswa/siswi utusan Sekolah Menengah Atas se Kabupaten Flores Timur.

Pada kesempatan itu, Bupati Flores Timur Antonius Hadjon menceritakan pengalamannya saat berkunjungan ke Nunukan dan Tarakan Kalimantan Utara belum lama ini.

Menurut pengamatan dia, di daerah tersebut sudah banyak dibangun pos penjagaan juga telah dibentuk lembaga atau badan yang berkaitan dengan pengurusan TKI.

Antonius mengingatkan tidak boleh lagi masuk ke wilayah itu dengan cara ilegal atau tanpa dokumen.

ā€œTKI illegal ini bisa kita hentikan jika ada kesadaran dalam diri bagi setiap orang yang menjadi calon atau mau menjadi TKI. Maka untuk membangun itu harus kita mulai dari desa, kebijakan harus dibuat. Lembaga dan aparatur yang ada di desa harus mampu menginformasikanĀ  dan mensosialisasikan urusan dokumen kelengkapan,” tegas Bupati Flotim.

Anton Hadjon sapaan Bupati Flotim ini mengatakan orang Flores Timur dikenal banyak yang merantau karena didorong oleh beberapa faktor yakni keinginannya mengetahui daerah lain, keinginan mengubah kondisi sosial kehidupan, dorongan dalam diri untuk meninggalkan kampung halaman.

TKI dan buruh yang kita kenal sekarang jauh berbeda dengan kondisi kehidupannya yang sengsara. Namun tidak sedikit yang mengalami permasalahan saat berada di daerah lain atau di luar negeri. Salah satunya berkaitan dengan identitas kependudukan.

Anton Hadjon menuturkan, masih ada warganya yang merantau dengan biaya sendiri. “Pergi merantau dengan pola swadaya atau mandiri ini sudah membudaya dan hal seperti ini akan menjadi persoalan ketika berada di luar negeri atau ditanah rantau nantinya,” ucap dia. (*)

Editor: M Rusman
Sumber: Humas Pemkab Flotim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here