Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Nunukan
Foto: dari Video

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Seorang keluarga pasien RSUD Nunukan, Kalimantan Utara mengaku kerabat anggota DPRD Nunukan dari Partai Demokrat mengamuk ke perawat yang jaga malam gara-gara kepanasan.

Video yang berdurasi 42 detik ini diposting pada Sabtu, 16 Oktober 2020 sekira pukul 12.01 wita dimana keluarga pasien yang mengenakan baju kuning keemasan ini dan memakai masker warna merah maroon tampak marah dengan mengerak-gerakkan tangan kirinya. Antara keluarga pasien ini dan perawat tersebut duduk berdampingan di meja penjagaan.

Dalam video tersebut, tampak keluarga pasien melontarkan suara keras sambil menunjuk-nunjuk dengan telunjuk tangan kanan wajah perawat yang mengenakan hijab hijau tua dan pakaian warna serupa.

Informasi yang diperoleh, keluarga pasien yang mengamuk ini bernama Hj Rose asal Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara Pulau Sebatik.

Salah seorang keluarga pasien yang dirawat di kamar 10 Ruangan Cempaka RSUD Nunukan, Oktavianus menerangkan, kejadian awal sekira 22.00 wita (Jumat malam) bersangkutan berteriak-teriak sehingga mengganggu semua pasien yang sedang dirawat.

“Kami dari keluarga pasien lain merasa terganggu atas ulah HJ Rose ini yang berteriak-teriak dengan suara yang cukup keras, makanya pasien lain dan keluarganya terbangun,” ujar Oktavinus yang mengaku, membuat video tersebut sebagai bukti bahwa ada keluarga pasien yang teriak-teriak.

Ia juga mengaku, menyaksikan langsung Hj Rose ini marah-marah di hadapan perawat jaga dengan ucapan keberatan dengan suasana kamar yang panas. Bahkan, Hj Rose keberatan ditempatkan di kamar 8 dengan alasan memiliki kartu BPJS. “Kenapa kamar ini panas padahal kami bayar BPJS,” ucap Hj Rose ditirukan Oktavianus melalui sambungan telepon, Sabtu siang, 16 Oktober 2020.

Oktavianus juga mengaku, melihat langsung Hj Rose sempat menarik-narik hijab perawat ini. “Tindakan ini kan tidak baik menyalahkan perawat yang hanya ditugaskan menjaga pasien,” ujar dia. Hj Rose pun mengaku saudara dengan Hj Nadia, anggota DPRD Nunukan itu.

Namun kata dia lagi, perawat ini menolak disalahkan dengan alasan hanya menerima pasien sesuai dengan rekomendasi dari ruangan perawatan sebelumnya. Perawat inipun memberitahukan kepada Hj Rose bahwa iuran BPJS yang dimilikinya menunggak beberapa bulan. Hanya saja, Hj Rose merasa tidak terima alasan perawat ini.

Setelah mengamuk, Hj Rose kembali ke kamar 8 tempat keluarganya dirawat. Di dalam kamar tersebut ada seorang anggota DPRD Nunukan bernama Hj Nadia dari Partai Demokrat.

“Saya memang ikut masuk di kamar 8, kamarnya Hj Rose setelah mengamuk sama perawat itu. Saya lihat ada Hj Nadia di dalam anggota dewan dari Partai Demokrat,” kata Oktavianus.

Hj Rose yang berusaha dimintai klarifikasi melalui telepon selulernya nomor 0822-51****49 sekira pukul 15.00 wita hingga tiga kali tetapi tidak dijawab. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here