Verifikasi Faktual Dukungan Perseorangan Pilgub Kaltara, PPS Temukan Warga tak Berada Pada Alamat Sesuai KTP

Anggota PPS didampingi Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU NUnukan, Kaharuddin sedang melakukan verifikasi faktual di rumah seorang warga di Kecamatan Sebatik Utara

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Verifikasi faktual terhadap dukungan calon perseorangan Pilgub Kaltara 2020 di Kabupaten Nunukan telah berlangsung selama sepekan sejak 29 Juni 2020. Laporan dari panitia pemungutan suara (PPS) ada warga tidak ditemukan sesuai alamat yang tertera pada kartu tanda penduduk (KTP).

Jumlah dukungan terhadap calon perseorangan di Kabupaten Nunukan, Kaltara sebanyak 28.300 orang dan kini sudah mencapai 61 persen yang telah diverifikasi faktual.

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, Kaharuddin melalui sambungan telepon menjelaskan, verifikasi faktual terus dilakukan oleh penyelenggara ad hoc panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan.

Memasuki hari kedelapan dari 14 hari yang disiapkan, laporan anggota ad hoc (PPS) telah mencapai 61 persen dari 28.300 dukungan telah diverifikasi faktual yang tersebar pada 174 desa dan kelurahan. Jadi sisanya 39 persen lagi.

Sebenarnya, ungkap Kaharuddin, masih ada anggota PPS yang belum melaporkan realisasi verikasi faktual yang telah dilakukan sehingga diyakini total dukungan yang belum diverifikasi kurang dari 39 persen.

“Sebenarnya bisa sudah kurang dari 39 persen yang belum diverifikasi karena masih ada anggota PPS yang belum melaporkan hasilnya,” ujar dia pada Selasa, 7 Juli 2020.

Selama pelaksanaan verifikasi faktual dukungan perseoranga pasangan calon H Abdul Hafid Achmad-Makinun ini, anggota PPS ada yang menemukan kendala. Diantaranya, warga yang tercatat sebagai memberikan dukungan ada yang tidak ditemukan sesuai alamat dalam identitas yang diserahkan.

Kemudian, lanjut Kaharuddin, kondisi geografis juga sebuah kendala karena memasuki musim hujan. Dimana jalanan licin terutama pada wilayah-wilayah yang terpencil dan hanya jalur jalan setapak. .

Untuk itu, warga yang tidak ditemukan ini telah dikoordinasikan dengan ketua RT masing-masing. Selain itu, LO dari pasangan calon perseorangan ini diharapkan pro aktif menghadirkan warga bersangkutan di sekreariat PPS melaporkan diri.

Jika warga bersangkutan tidak dihadirkan pada sekretariat PPS hingga batas waktu yang ditenukan maka dianggap dukungan tersebut tidak memenuni syarat.

Meskipun ada kendala selama melakukan verifikasi faktual, Kaharuddin optimis anggota PPS tetap menunjukkan tekad yang kuat untuk terus melakukan tanggungjawabnya demi kesuksesan pelaksanaan pilkada serentak 2020 ini. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here