Dukungan Suku Tidung di Pilgub Kaltara 2020
Paslon Zainal-Yansen kembali mendapatkan dukungan dari Suku Tidung Nunukan

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Dukungan bagi pasangan Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 3 Drs H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum-Dr Yansen TP, M.Si kembali mendapatkan dukungan. Kali ini masyarakat Suku Tidung di Kabupaten Nunukan menyatakan sikap mendukung paslon ini.

Ternyata bukan hanya di Kota Tarakan dan daerah lainnya di Kaltara, paslon Zainal-Yansen mendapatkan dukungan dari berbagai etnis yang akan berjuang memenangkannya pada pilgub 2020.

Alasan masyarakat tempatan mendukung Zainal-Yansen karena merasakan tidak adanya peningkatan kesejahteraan hidup selama terbentuknya Kaltara selama 7 tahun terakhir.

“Sejak Kaltara terbentuk, yang kami rasakan tidak ada peningkatan, padahal Kaltara ini kaya akan sumber daya alamnya, tapi kehidupan masyarakatnya termasuk di Nunukan justru tidak ada peningkatan,” ungkap Naharuddin, Ketua Suku Adat Tidung Besar Nunukan.

Mendukung ZIYAP, Naharuddin menyatakan masyarakat Kaltara menginginkan adanya perhatian dari pemerintah, khususnya dibidang ekonomi. Demi kehidupan masyarakat Kaltara khususnya Nunukan lebih sejahtera dan lebih baik ke depannya.

“Sebagai mantan Wakapolda Kaltara, tentunya Zainal Paliwang memiliki segudang prestasi baik dibidang pemerintahan dan keamanan, tentunya pengalaman itu bisa menjadi modal untuk membawa perubahan di Kaltara,” ujarnya.

Naharuddin menyebutkan masyarakat Kaltara khususnya suku Tidung di Nunukan menilai pendamping Zainal Paliwang, yakni Dr Yansen TP merupakan salah satu bupati terbaik di tingkat nasional.

Sehingga menjadi nilai tambah untuk membantu Zainal Paliwang dalam membangun Kaltara. “Bisa kita lihat, progam kerja Yansen TP saat menjabat Bupati Malinau yaitu membangun desa dinilai sukses, harapannya progam serupa juga bisa dilakukan di Nunukan jika kelak ZIYAP terpilih jadi gubernur dan wakil gubernur,” katanya.

Meski suku Tidung di Nunukan mendukung ZIYAP, Naharuddin berharap pasangan ZIYAP tetap memperhatikan semua nasib masyarakat Kaltara. Karena, seperti diketahui Kaltara memiliki beragam suku, budaya dan agama yang tetap harus diperhatikan tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.
‘”Kaltara ini bisa dikatakan Indonesia mini, ssmua suku budaya dan agama ada, jadi kita minta jangan saling membeda-bedakan,” harapnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here