Tarian Radha Sarisha UI Raih Juara II FTEB di Sabah

0
138

Kota Kinabalu (BERANDATIMUR.COM) – Komunitas Tari Fisip Universitas Indonesia, atau KTF UI ”Radha Sarisha” yang mewakili Indonesia pada festival seni Tugu Budaya Etnik Sabah ke-10 (International Youth Folk Dance Festival 2019) berhasil meraih anugrah utama kedua yang digelar di Pusat Kebudayaan Sabah, Kota Kinabalu pada 10-13 Juli 2019.

Tugu Budaya Etnik Sabah (TBES) merupakan ajang festival folklore tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebudayaan Negeri Sabah (LKNS).

TBES ke-10 tahun 2019 ini diikuti 20 kelompok seni tari Sekolah Rendah, Sekolah Menengah dari Sabah, Sarawak dan Semenanjung Malaysia.

Selain itu festival ini diikuti empat kelompok seni tari kategori umum dan enam yakni Indonesia, India, Filipina, Sri Lanka, Thailand  dan Uzbekistan,

Pada ajang kompetisi tari kreasi tradisional, KTF UI ”Radha Sarisha” dengan 22 anggota, mempersembahkan tarian bertajuk Taruni Gana Puspita sebuah tari kreasi tradisional dari DI Yogyakarta.

Untuk pocket show ditampilkan tari kreasi dari Tanah Minang Sumatera Barat yang berjudul Sirah dan Coga serta tari kreasi Melayu berjudul Dzahab Najwan.

Sedangkan acara penutupan,  KTF UI menampilkan  tari kreasi Jaipong dari Jawa Barat yang diberi nama Hanareswara.

Selain berhasil meraih Anugerah Utama Kedua, tari Radha Sarisha ini juga menyabet penghargaan ”Best Costum” atau kostum terbaik.

Berkat keluar sebagai pemenang kedua, KTF UI Radha Sarisha  mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pelancongan, Kebudayaan dan Alam Sekitar (PKAS) Negeri Sabah dan uang tunai sebesar RM 11.000.

Penari Universitas Indonesia saat membawakan Tarian Radha Sarisha pada Festival Tugu Budaya Etnik di Sabah Malaysia yang berlangsung hingga 13 Juli 2019.

Sementara anugerah utama untuk kategori umum diraih Tagaps Dance Theater Kota Kinabalu dengan mendapatkan Anugerah Ketua Menteri Sabah yang dikenal dengan ”Diamond of Tugu Budaya” sehingga berhak mendapatkan uang tunai sebesar RM 16.000.

Ditemui usai penutupan acara festival ini, Dewinta Anggesti, Ketua rombongan sekaligus penari Radha Sarisha, menyatakan kegembiraannya dapat berpartisipasi pada festival seni tari terbesar di Sabah ini dan berhasil meraih juara kedua.

Ia berharap kiranya dapat  berkontribusi positif terhadap promosi seni dan budaya Indonesia di Negeri Sabah.

Secara terpisah, Konjen RI Kota Kinabalu, Krishna Djelani yang hadir pada acara ”Malam Penganugerahan”  TBES ke-10 ini,  menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada KTF UI Radha Sarisaha yang telah berhasil meraih trofi juara kedua.

Selanjutnya, Krishna mengucapkan, terima kasih kepada KTF UI Radha Sarisaha yang telah berpartisipasi dan berkontribusi baik sebagai duta budaya Indonesia.

”Partisipasi Indonesia pada festival budaya tahunan ini diharapkan menjadi  media yang baik untuk memperkenalkan kekayaan dan keragaman budaya serta citra positif Indonesia kepada khalayak ramai di Sabah” tegas Krishna. (*)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here