Serangan Tikus Ancam Puso, Dinas Pertanian Flotim Simulasikan Pencegahan Dini

Tanaman Petani Flotim Diserang Hama Tikus
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flotim Petrus Petara Aran mengsimulasikan racun tikus sebagai antisipasi puso, Rabu (3/3)

Flotim (BERANDATIMUR) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flotim, NTT menggelar simulasi pengedalian hama tikus yang cukup meresahkan petani di daerahnya akhir-akhir ini.

Keluhan petani ini mendapat respon cepat dari Pemkab Flotim karena serangan hama tikus ini telah menggangu tanaman di Desa Aransina Kecamatan Tanjung bunga.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Petrus Petara Aran mengakui kerugian produksi tanaman akibat serangan hama tikus seringkali cukup ttinggi hingga mencapai 20 persen dari luas lahan.

Oleh karena itu, jika tidak dilakukan antisipasi dini maka kerusakan bida mencapai keseluruhan tanaman petani.

“Apabila tidak diantisipasi dengan cepat maka kerusakan bisa mencapai 50 persen sampai 100 persen (Puso),” ujar Petrus pada saat simulasi pengendalian hama tikus di lahan pertanian warga di Desa Aransina pada Rabu, 3 Maret 2021.

Ia menjelaskan apabila tanaman sudah mengalami gagal panen (puso) maka akan menurunkan produksi tanaman yang selanjutnya mempengaruhi ketahanan pangan masyarakat, ketahanan keluarga dan daerah.

“Kemarin saya bersama jajaran dinas pertanian melakukan tindakan preventif dalam rangka pengendalian hama tikus di Desa Aransina dengan prinsip pengendalian hama tikus terpadu ( PHTT),” ungkap Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Flotim ini.

Pada saat itu juga dilakukan simulasi pengendalian hama tikus dengan menggunakan rodentisida (racumin).

“Saya perintahkan seluruh Aparat dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Mulai dari tingkat lapangan ( PPL ) hingga di tingkat kabupaten untuk tetap melakukan monitoring, pendataan dan pelaporan sehingga dapat di lakukan pengendalian secara dini,” katanya.

Selanjutnya Petrus Aran menjelaskan, bahwa kunci keberhasilan pengendalian hama tikus adalah dilakukan pada areal yang luas, secara bersama-sama, berkelanjutan, dan tidak tergantung pada satu cara pengendalian.

Laporan dari petani setempat, luas tanam di Desa Aransina Kecamatan Tanjung bunga untuk padi seluas 148,7 hektare, jagung 52 hektare.

Dari luas tersebut, tanaman jagung yang diserang hama tikus sekira 3 hektar diperkirakan puso seluas 2.5 Hektare. Sedangkan tanaman padi yang terserang hama tikus seluas 35 hektare.

Ditemui terpisah, Kades Aransina Lambertus Udin Koten mengapresiasi tindakan cepat yg dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dlm rangka pengandalian OPT yg menyerang tanaman pangan masyarakat pada umumnya. (*)

Reporter: Fan Lalewang
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here