Segera Dideportasi ke Nunukan, KJRI KK Sudah Verifikasi 260 WNI Pada 3 PTS

Verifikasi WNI Bermasalah di Sabah
KJRI Kota Kinabalu memverifikasi WNI di PTS persiapan deportasi

Nunukan (BERANDATIMUR) – Sebanyak 260 warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani hukuman pada tiga pusat tahanan sementara (PTS) di wilayah kerja Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia dalam waktu dekat ini akan dideportasi ke Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Ratusan WNI ini telah diverifikasi oleh KJRI Kota Kinabalu sebagai salah satu syarat persiapan pemulangan (deportasi) ke daerah asalnya.

Konsul Jenderal RI Sabah, Krisnha Djalani pada Sabtu, 17 April 2021  mengatakan ratusan WNI yang sudah diverifikasi untuk persiapan pelaksanaan deportasi semuanya telah menyelesaikan masa tahanan.

“Salah satu prosedur untuk dideportasi, WNI harus diverifikasi kewarganegaraannya,” ungkap dia melalui pesan tertulisnya yang dilaksanakan pada 11-13 April 2021.

Verifikasi tersebut guna bertujuan memastikan semua calon deportan bersangkutan benar-benar berkewarganegaraan Indonesia.

Ke-260 WNI ini rencananya dideportasi ke Nunukan pada 22-23 April 2021 melalui Pelabuhan Tawau.

Rincian WNI yang sudah diverifikasi adalah tahanan PTS Sibuga Sandakan sebanyak 151 orang, 46 WNI di PTS Kemanis Papar dan 63 WNI di PTS Menggatal Kota Kinabalu.

Krisnha menuturkan verifikasi ini juga sekaligus pengambilan data biometrik untuk penerbitan surat perintah laksana paspor (SPLP)

Ia juga menyatakan KJRI Sabah juga memanfaatkan momen ini untuk mengecek kondisi kesehatan para calon deportan dan memberikan penjelasan proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.

KJRI Sabah mengimbau pentingnya penerapan protokol kesehatan setibanya di tanah air.

Krisnha mengatakan para deportan ini telah menjalani hukuman sesuai pelanggaran yang dilakukannya.

Sebelum dipulangkan rencana pada 22 April 2021 dan 23 April 2021 calon deportan ini terlebih dahulu dilakukan pengambilan swab COVID-19  guna memastikan seluruhnya dalam kondisi sehat. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here