TKI deportasi meninggal dunia
Kepala BP2MI Nunukan, KOmbes Pol Viktor Hotma Sihombing

Nunukan (BERANDATIMUR.COM)– Seorang TKI yang dideportasi Pemerintah Malaysia dari Tawau Negeri Sabah pada 26 Juni 2020 bernama Sabri bin Amir meninggal dunia di RSUD Nunukan, Kalimantan Utara karena sakit demam tinggi yang dideritanya. Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan menyatakan bukan korona.

TKI deportasi ini meninggal dunia pada Kamis, 2 Juli 2020 setelah sempat dirawat di RSUD Nunukan dan jenazahnya di serahkan kepada keluarganya pada hari itu dan dimakamkan di TPU Jalan Pahlawan Kelurahan Nunukan Barat.

Kepala Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kabupaten Nunukan, Kombes Pol Viktor Hotma Sihombing, Senin, 6 Juli 2020 menjelaskan, TKI yang sakit tersebut langsung ditangani dengan mengantarkan ke RSUD Nunukan. Setelah menjalani rapid tes dari Tim Gugus Tugas COVID-19.

Oleh karena itu, BP2MI Nunukan bekerja sama dengan PMI setempat menjemput di kapal selanjutnya pengecekan kesehatan oleh Tim Gugus Tugas COVID-19. Berdasarkan hasil rapid tes terhadap TKI bersangkutan yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Nomor: 1246-Dinkes/440/VI/2020 dinyatakan non reaktif sehingga dipastikan penyakitnya tidak ada kaitannya dengan virus corona.

“Bukan penyakit korona karena hasil rapid tesnya dari Tim Gugus Tugas hasilnya non reaktif,” ujar Viktor di ruang kerjanya. Ia menegaskan, sesuai hasil diagnosa tim medis RSUD Nunukan, TKI yang meninggal dunia ini mengalami sesak napas tetapi bukan gejala COVID-19.

Ia mengakui, pada saat pengecekan suhu badan terhadap TKI bersangkutan dideteksi menderita demam tinggi dengan suhu badan mencapai 38 derajat celicius. Hanya saja, bukan gejala COVID-19 sehingga proses pemakamannya dilakukan seperti biasa atau bukan protokol korona.

Viktor menyayangkan pemulangan TKI oleh Pemerintah Malaysia dalam kondisi sakit. Padahal, seharusnya dilakukan perawatan terlebih dahulu sebelum dideportasi sesuai ketentuannya, TKI dideportasi dalam kondisi sehat. Kecuali memang atas izin keluarganya di negara tempatnya bekerja.

Kepala BP2MI Nunukan ini mengatakan, selaku instansi penerima apapun yang terjadi harus dijalankan termasuk merawat TKI yang dipulangkan dalam kondisi sakit. Biaya perawatannya pun ditanggung negara melalui BP2MI Nunukan.

TKI yang meninggal dunia ini dipulangkan ke Kabupaten Nunukan bersama warga Kalimantan Utara dan Kaltim lainnya. Berdasarkan data yang ditemukan, Sabri bin Amir ini lahir di Kabupaten Bone dengan alamat Desa Matajang Kecamatan Kahu. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here