KIsruh PT NJL
Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nunukan Jaya Lestari (NJL) yang beroperasi di Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara kini menghentikan pekerjaan sehingga ribuan pekerja terlantar dan membutuhkan uluran tangan pemerintah daerah.

Sehubungan dengan permasalahan ini, Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid menegaskan segera mencarikan solusi dengan langkah perdana memanggil manajemen perusahaan asal negeri jiran Malaysia ini dengan perwakilan buruh dalam pertemuan yang akan digelar Senin, 3 Agustus 2020 bertempat di Kantor Bupati Nunukan.

“Iya, besok kita akan rapatkan permasalahan yang terjadi di PT NJL ini dengan buruh. Semoga ditemukan solusinya dan saya juga akan ke perusahaan ini untuk bertemu dengan mereka,” ujar dia pada Minggu, 2 Agustus 2020.

Permasalahan yang melilit PT NJL ini karena digugat oleh PT Adindo soal status lahan yang digarap selama ini. Ternyata, dalam gugatan tersebut dimenangkan oleh PT Adindo sehingga ribuan hektar lahan PT NJL yang telah berproduksi dinyatakan “status quo” atau tidak bisa dikerjakan sehingga melakukan penghentian pekerjaan di perusahaan tersebut.

Hal ini dibenarkan pula oleh Camat Seimenggaris, Arif Budiman yang ditemui pada sebuah acara warga Kabupaten Bulukumba di Kabupaten Nunukan, Minggu, 2 Agustus 2020.

Baca juga:

Ia menyatakan, permasalahan yang terjadi di perusahaan perkebunan kelapa sawit (PT NJL) seyogyanya segera dicarikan solusi agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan gejolak sosial.

Persoalannya, kata dia, ribuan pekerja di PT NJL yang kini tidak beraktivitas pasca penutupan operasi perusahaan ini sejak 31 Juli 2020 mulai dihantui kegelisahan. Sementara pekerja ini menolak dipindahkan ke prusahaan lainnya dengan alasan yang berbeda-beda.

Arif Budiman mengakui, Pemkab Nunukan sempat mengusulkan untuk memindahkan ke perusahaan lain tetapi ditolak pekerja dengan alasan terlanjur nyaman dengan suasana di PT NJL tersebut.

Jumlah pekerja di PT NJL saat ini diperkirakan berjumlah 1.400 orang. Banyaknya pekerja ini, dia akui, sangat dibutuhkan solusi tepat dalam menyelesaikan permasalahan di perusahaan itu.

Ia mengatakan, PT NJL memang masih menjamin kebutuhan sehari-hari bagi ribuan pekerja ini berupa listrik. Hanya saja, jika perusahaan ini tidak beroperasi maka tidak tertutup kemungkinan akan memutus semuanya. Termasuk peniadaan tempat tinggal dan fasilitas lainnya.

Arif Budiman mengaku telah berusaha memfasilitasi ribuan pekerja dengan pihak perusahaan agar tetap menjamin kebutuhan sehari-hari.

Ia pun menanggapi postingan foto-foto yang diviralkan di media sosial. “Foto-foto itu sudah lama, dari kasus tahun sebelumnya,” kata dia.

Meskipun ada permasalahan krusial di perusahaan itu, tetapi pekerjanya belum pernah melakukan aksi sebagaimana diviralkan dalam media sosial tersebut. ***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here