Pusat Takjil Puasa Pasar Lama Nunukan Dibuka Kembali, Kerumunan Sulit Dihindari

Nunukan (BERANDATIMUR) – Kebijakan Pemkab Nunukan dan Satgas Penanganan COVID-19 memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berjualan takjil Ramadhan 1442 H di Pasar Lama disyukuri warga.

Salah satunya Neneng, warga Jalan Tawakkal RT 02 Kelurahan Nunukan Utara pada Selasa, 13 April 2021 mengucapkan terima kasih atas keluasan yang diberikan untuk berjualan kembali khusus takjil Ramadhan ini.

“Saya berterima kasih sekali karena kami ini dibiarkan kembali berjualan takjil Ramadhan sekarang ini. Meskipun pandemi korona masih ada,” ujar Neneng disela-sela sibuk melayani pelanggannya.

Ia mengaku hari pertama menjual takjil Ramadhan dapat meraup hasil penjualan sekira Rp500.000 dari berbagai jenis kue dan makanan berupa lauk pauk untuk buka puasa.

“Alhamdulillah hari ini sudah ada sekira 500.000 rupiah hasil penjualan lauk pauk serta kue-kue ini,” sebut Neneng dibantu dua anaknya.

Neneng juga mengakui sangat lega atas izin berjualan dari Pemkab Nunukan karena tahun sebelumnya dilarang.

Perempuan setengah baya ini mengatakan, berjualan kue dan lauk pauk hanya pada setiap bulan suci Ramadhan saja.

Ia mengaku mendapatkan arahan dari Ketua RT setempat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan selama berjualan terutama rajin memakai masker, menjaga jarak dan menghindari bersentuhan dengan konsumen.

Kepala Dinas Perindutrian, Koperasi dan UMKM Nunukan Abdul Karim yang sempat ditemui di Pusat Jajanan Takjil Ramadhan 1442 H menuturkan saat itu sedang memantau kondisi masyarakat yang datang berbelanja untuk kebutuhan buka puasa.

Ia menyatakan keluasan masyarakat berjualan takjil Ramadhan kali ini telah disepakati dengan seluruh komponen yang tergabung dalam Satgas COVID-19.

Kesepakatan tersebut diambil melalui rapat bersama dimama Pusat Jajanan Takjil Ramadhan di Pasar Lama Kelurahan Nunukan Utara dibuka dalam suasana masih pandemi COVID-19.

Sekaitan dengan kerumunan yang terjadi di pusat jajanan takjil tersebut, Abdul Karim mengakui sulit dihindari apalagi tidak ada petugas yang melakukan pemantauan.

Abdul Karim pun yang kebetulan turut berbelanja takjil Ramadhan ini menuturkan kembali bahwa kerumunan sangat sulit dihindari.

Pantauan di lokasi jajanan buka puasa di Pasar Lama, masyarakat yang datang berbelanja menyebabkan kerumunan yang berpotensi menjadi kluster COVID-19 baru. (***)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here