Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap ada puluhan desa fiktif alias ‘desa siluman’ yang aktif menerima program Dana Desa.

Maksud dari ‘desa siluman’ tersebut adalah desa yang tidak berpenghuni tetapi mendapatkan kucuran Dana Desa dari pemerintah.

Temuan ini pun akan segera diinvestigasi secepatnya oleh Sri Mulyani. Jangan sampai, Dana Desa yang tujuannya untuk membangun ekonomi desa justru masuk ke kantong-kantong pribadi yang tak bertanggung jawab.

“Kami mendengarnya sesudah pembentukan kabinet dan nanti akan kami investigasi,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 4 Nopember 2019 dikutip dari Kumparan.

Apa yang diungkapkan Sri Mulyani tentang ‘desa siluman’ memang benar. Salah satunya di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Di tempat ini, Polda Sulawesi Tenggara tengah menangani kasus dugaan 56 desa fiktif alias ‘desa siluman’ di kabupaten tersebut.

Untuk penanganan kasus ini, Polda Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat untuk menanganinya.

“KPK sudah kerja sama (terkait penanganan desa fiktif di Konawe), Korwil KPK sudah bekerja sama dengan APH (Aparat Penegak Hukum) setempat,” ujar Laode Syarif, Selasa, 5 Nopember 2019.

Syarif pun memastikan pihaknya akan menuntaskan perkara dan mempidanakan seluruh pihak yang diduga terlibat.

“Memastikan kasusnya ditindaklanjuti sampai putus dan berkekuatan hukum tetap,” kata Syarif. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here