Konsul RI Tawau, Sulistiyo Djati Ismoyo (kanan) didampingi LO Polri Ahmad Fadilan (kiri) di Konsulat RI Tawau, Rabu (31/7)

Tawau (BERANDATIMUR.COM) – Kasus penculikan oleh kelompok tak dikenal di perairan Negeri Sabah Malaysia masih berpotensi berlangsung atau belum aman bagi warga negara Indonesia yang bekerja sebagai nelayan di negara itu.

Konsul Ri Tawau, Sulistiyo Djati Ismoyo di Tawau mengatakan, akibat masih adanya potensi kasus penculikan bagi WNI tersebut maka pihaknya terus mengedukasi dan memberikan peringatan kepada WNI di wilayah kerjanya.

Tujuannya, kata dia, bagian dari langkah perlindungan bagi WNI agar lebih waspada ketika sedang melakukan aktivitas menangkap ikan di seputar perairan Negeri Sabah.

“Potensi penculikan oleh kelompok tak dikenal di laut masih cukup tinggi. Makanya kami selalu mengingatkan kepada WNI agar tetap waspada dan menghindar apabila melihat hal-hal yang mencurigakan,” ujar Djati.

Selama ini telah ada 38 WNI yang diculik oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf yang bermarkas di Mindanao Filipina Selatan. Sebagian besar dari korban penculikan telah berhasil dikembalikan kepada keluarganya.

Namun dia tidak menampik adanya WNI yang meninggal selama disandera karena masalah teknis semata.

Djati mengatakan, akhir-akhir masih ada kasua penculikan tetapi bukan WNI. Oleh karena itu, dia menginginkan kewaspadaan tingkat tinggi bagi WNI yang berprofesi sebagai nelayan.

Langkah lain yang dilakukan KRI Tawau adalah mengumpulkan majikan yang berusaha pada sektor perikanan agar benar-benar memperhatikan keselamatan WNI yang dipekerjakannya.

Salah satunya dengan melengkapi kapal dengan sarana penunjang keselamatan dan keamanan.

“Akhir-akhir ini memang tidak ada lagi kasus penculikan oleh kelompok tak dikenal terhadap WNI di Sabah. Tapi perlu tetap waspada,” harap dia. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here