TKI diserang penyakit gatal-gatalk
Kolase- Salah seorang TKI yang menderita sakit kulit selama di PTS Tawau

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Puluhan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Sabah, Malaysia menderita penyakit kulit akibat gatal-gatal yang diderita selama ditahan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau Negeri Sabah. Salah seorang meninggal dunia karena tidak pernah diberikan kesempatan untuk berobat.

Saprudin, TKI deportasi yang ditemui di penampungan Rusunawa Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan, Jumat, 4 September 2020 menuturkan, menderita penyakit gatal-gatal sejak beberapa bulan lalu pada saat berada dalam PTS Tawau.

Bukan hanya dirinya yang menderita penyakit yang menyebabkan kulitnya bintik-bintik hitam dan merah seperti bersisik. Puluhan TKI deportasi lainnya mengalami nasib yang sama, bahkan ada rekannya yang meninggakl dunia karena penyakit tersebut.

Saprudin membeberkan, penyakit kulit akibat gatal-gatal ini disebabkan air mandi yang disediakan sangat kotor seperti berasal dari rendaman besi berkarat dengan warna coklat kemerah-merahan. Begitu pula dengan piring makan yang tidak pernah dicuci langsung diisi nasi dan lauk pauk yang sangat mempriharinkan.

Rekannya yang meninggal dunia itu sebulan lalu berjenis kelamin laki-laki asal Sulawesi Selatan. “Teman kami itu meninggal dunia karena sakit kulit akibat gatal-gatal karena air mandinya sangat kotor dan piring makan yang tidak pernah dicuci,” beber Saprudin diamini rekan-rekannya di Rusunawa Nunukan yang mengaklami penyakit yang sama.

TKI deportasi lainnya bernama Ali Abbas (61) juga mengeluhkan pelayanan petugas di PTS Tawau yang tidak peduli dengan kondisi kesehatan TKI yang sedang menjalani hukuman hingga akhirnya ada yang meninggal dunia. Bahkan dia ungkapkan, seringkali ada TKI yang meninggal dunia dalam PTS Tawau karena penyakit yang sama.

Pria ini menambahkan, beberapa kali melaporkan kepada petugas PTS negara itu terkait kondisinya akibat penyakit yanag dideritanya, tetapi tidak pernah ditanggapi sedikitpun. Bahkan petugas PTS Tawau hanya menyatakan, tidak apa-apa asal masih bisa makan.

“Kami sering kasi tahu petugas di penampungan (PTS Tawau) tapi dibilangnya tidak apa asalkan masih bisa makan,” tutur Abbas yang dibenarkan RTKI deportasi lainnya.

TKI deportasi ini mengaku, tidak ditanggapi keluhannya meskipun petugas PTS Tawau telah melihat langsung kondisi badannya yang bersisik dan merah-merah karena sering menggaruk.

“Berbulan-bulan sampai sekarang kami ini tahan gatal-gatal karena tidak pernah dibawa ke klinik waktu masih ditahan di penampungan Malaysia,” ujar TKI deportasi lainnya bernama Anton asal Kabupaten Bulukumba.

Bahkan ada salah satu TKI deportasi yang telah berusia lanjut memperlihatkan badannya yang tampak hitam bersisik akibat gatal-gatal yang dideritanya selama menjalani hukuman di PTS negara tetangga.

Sambil menggaruk badannya, orangtuanya ini mengaku, belum mendapatkan obat selama tiba di Kabupaten Nunukan. Sedangkan TKI deportasi lainnya yang menderita penyakit kulit telah diberikan obat oleh tim medis Rusunawa Nunukan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here