Pengembangan bidang agrobisnis
Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid melakukan panen raya buah melon di Kelurahan Mansapa beberapa waktu lalu

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Empat tahun pemerintahan Bupati-Wakil Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid-H Faridil Murad, visi misi yang berorientasi pengembangan agrobisnis diapresiasi oleh warga sebagai gebrakan yang nyata dan terwujud.

Warga mencontohkan, selama pemerintahan Laura-Faridil sektor pertanian khususnya pengembangan buah-buahan seperti melon dan semangka mengalami kemajuan secara bertahap. Dimana, warga yang benar-benar berminat mengembangkan sektor pertanian dengan membudidaya tanaman agro terus meningkat.

Seperti yang diutarakan seorang petani buah-buahan bernama Bakri yang beralamat di Jalan Panamas Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan pada Kamis, 10 September 2020.

Pria yang lebih dikenal Si Kumis ini menuturkan, selama dua tahun terakhir kepemimpinan Laura-Faridil bidang pertanian tanaman agro berupa buaha-buahan jenis melon, semangka dan lain-lainya melonjak tajam. Padahal, sebelumnya segala jenis buah-buahan yang dipasarkan di Kabupaten Nunukan lebih banyak didatangkan dari daerah lain.

Namun, akhir-akhir ini budidaya buah-buahan di Kabupaten Nunukan telah mampu menutupi seluruh kebutuhan masyarakat tanpa mendatangkan dari daerah lain lagi. Malahan, kata Bakri, hasil panen buah-buahan petani di daerah itu telah dipasarkan ke daerah lain seperti Tarakan dan Kabupaten Malinau.

Pengembangan bidang agrobisnis
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid memberikan label pada buah semangka yang segera dipasarkan oleh petani setempat

“Alhamdilllah perhatian ibu Bupati Ibu Laura bersama pak Faridil ini, pengembangan budidaya buah-buahan terasa membaik. Hasil panen pun tidak pernah tersisa di rumah sampai membusuk karena langsung ada pedagang yang pesan,” ujar Bakri.

Ia mengungkapkan, segala kemudahan yang diperoleh petani pembudidaya buah-buahan juga didapatkan karena Pemkab Nunukan terus menyuplai bibit dan pupuk. Meskipun memang belum mencukupi dari seluruh kebutuhan petani pembudidaya tanaman buah-buahan yang mencapai puluhan orang tersebut.

Bakri menganggap perhatian Pemkab Nunukan terhadap petani pembudidaya buah-buahan telah cukup memuaskan sehingga produksi setiap panen mencukupi bahkan kelebihan. Selama ini, dia katakan, lebih senang menanam tanaman semangka dan melon karena sangat dibutuhkan masyarakat meskipun seringkali juga menanam pepaya.

Sebagian hasil panennya, dijual pada warga sekitarnya yang membutuhkan atau dijual kembali, beber dia. Padahal, sebelumnya hasil panen buah-buahan miliknya kesulitan dipasarkan setiap panen karena kurangnya masyarakat yang membutuhkan. “Sekarang ini kebutuhan buah-buahan bagi masyarakat sudah meningkat jadinya hasil panen gampang dijual,” aku dia.

Hal yang sama dikemukakan, petani lainnya bernama Mansyur beralamat di Sei Jepun juga di Kelurahan Mansapa. Pria ini menyatakan, selama dua tahun melakoni membudidaya tanaman ringan seperti buah-buahan berupa jagung dan semangka mampu menutupi kebutuhan keluarganya.

Mansyur yang mengakui, tanaman buah-buahan saat ini semakin disukai oleh petani di daerahnya karena pemelihraannya tidak terlalu lama sudah bisa dipanen. Pemasaran hasil panen pun semakin mudah karena buah-buahan telah menjadi kebutuhan masyarakat di daerah perbatasan tersebut.

Setiap panen, kata dia, mampu menghasilkan hingga 2 ton buah semangka dan pepaya dari lahan sekira dua hektar. Namun dia patut bersyukur atas perhatian Pemkab Nunukan menyediakan bibit dan pupuk yanag dibagikan gratis kepada petani.

“Ibu Bupati Laura alhamdulillah perhatiannya bagi pembudidaya buah-buahan sangat bagus. Kita selalu didorong supaya meningkatkan produksi salah satunya dengan membantu bibit,” ujar dia.

Walaupun diakui, bibit yang dibantukan kadangkala tidak mencukupi dari luas lahan yang tersedia, tetapi bisa membeli ditempat lain karena pemasaran hasil panen juga sudah gampang. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here