Tempat Penyeberangan WNI Secara Ilegal ke Malaysia di Desa Ajikuning
Lokasi penyeberangan WNI ke Malaysia secara ilegal di Patok 3 Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Pemberangkatan warga negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di Sabah, Malaysia dari Kabupaten Nunukan, Kaltara masih sering berlangsung meskipun di tengah pandemi COVID-19.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala UPT Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan Kombes Pol Hotma Viktor Sihombing pada coffee morning yang digelar virtual pada Senin, 18 Januari 2021.

“Meskipun pandemi COVID-19 penyeberangan WNI ke Sabah (Malaysia) secara ilegal dari Nunukan ini masih marak,” beber dia. Perlintasan dari negara tetangga ini dapat memicu peningkatan pasien positif COVID-19 di Kabupaten Nunukan.

Ia akui setiap ada kapal dari Sulsel dan sekitarnya atau kapal pelni dari NTT tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan masih banyak penumpang yang turun dengan tujuan negara tetangga Malaysia.

Viktor mengajak instansi terkait termasuk Pemkab Nunukan agar turut berperan aktif dalam mencegah penyeberangan ilegal ini ke Malaysia di tengah-tengah pandemi COVID-19 ini.

Penyeberangan WNI secara ilegal di Kabupaten Nunukan menuju Malaysia ini modusnya berkunjung ke keluarga di Pulau Sebatik. Padahal sesampainya di pulau yang berbatasan langsung dengan Sabah ini melanjutkan lagi perjalanannya ke negara jiran menggunakan perahu atau kapal cepat (speedboat).

Pantauan di lapangan, setiap ada kapal yang tiba di Kabupaten Nunukan penyeberangan ke Bambangan Kecamatan Sebatik Barat cukup tinggi melalui Jembatan Haji Putri Gang Kakap RT 17 Kelurahan Nunukan Timur.

Setibanya di Pelabuhan Bambangan, penumpang ini melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju patok 3 Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah atau Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara.

Sementara sepanjang perjalanan darat ini terdapat pos penjagaan Satgas Pamtas TNI yakni di Desa Bambangan sendiri, Bukit Keramat, patok 3 Ajikuning dan Sei Pancang. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here