Konferensi Pers Kasus Sabu-sabu
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro didampingi Kasat Resnarkoba AKP Eka Berlin saat konferensi pers kasus pengungkapan 20 kg sabu-sabu dari Malaysia di Mapolres Nunukan, Rabu (11/9)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Aparat Kepolisian Resor Nunukan Kalimantan Utara mengamankan 20 kilo gram sabu-sabu diselundupkan oleh seorang perempuan dari Malaysia pada Kamis (3/9) sekira pukul 14.30 wita.

Barang bukti tersebut dibawa oleh perempuan berinisial ES bersama rekannya SW dari negeri jiran dikemas dalam dua dos dibungkus karung plastik.

Lokasi penangkapan tepatnya di rumah seorang agen TKI bernama Yusal di Jalan Borneo III RT 09 Kelurahan Nunukan Timur.

Pada konfrensi pers di Mapolres Nunukan, Rabu, Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro mengungkapkan, penangkapan narkotika kali ini merupakan barang bukti terbesar yang diamankan Polres Nunukan.

Barang bukti sebanyak 20 kilo gram yang diselundupkan dari Tawau Malaysia oleh tersangka ES. Masuk ke Kabupaten Nunukan melalui Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah menuju rumah Yusal.

Barang bukti ini, kata Teguh, dibawa oleh dua perempuan masing-masing berinisial ES dan SW. Namun SW mengaku tidak tahu menahu karung yang dibawa bersama ES berisi sabu-sabu.

Penangkapan perempuan ES ini langsung dijadikan tersangka oleh penyidik Satresnarkoba Polres Nunukan. Sedangkan nama lain hanya dijadikan saksi seperti SW, Yusal dan Ridho.

Teguh menjelaskan, awalnya aparat Satresnarkoba Polres Nunukan mengamankan empat orang. Hanya saja, setelah dilakukan pemeriksaan tiga orang dianggap memiliki keterkaitan dengan penyelundupan barang haram ini.

“Kita awalnya mengamankan empat orang dengan peran yang berbeda-beda. Tapi hasil pemeriksaan tiga orang hanya dijadikan saksi yakni SW, Yu dan Ridho,” ujar Kapolres Nunukan didampingi Kasat Resnarakoba AKP Eka Berlin.

Sedangkan ES sendiri selaku pembawa sabu-sabu seberat 20 kilo gram ditetapkan menjadi tersangka dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Peran SW sendiri, kata Teguh, diajak oleh ES ke Tawau Malaysia untuk dicarikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga.

Lalu Yusal adalah pemilik rumah tempat ditemukannya barang bukti sekaligus agen penumpang.

Sedangkan Ridho diperiksa karena memiliki hubungan keluarga dengan pria bernama Asri yang memesan sabu-sabu di Malaysia. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here