Sarana Transportasi Kampus Baru Unsulbar
Bupati Majene Fahmi Massiara (kanan) bersama Kadis Perhubungan Majene, Mithar

Majene (BERANDATIMUR.COM) – Pemerintah Kabupaten Majene meluncurkan pengoperasian trayek angkutan kampus Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dengan tarif murah pada kisaran Rp1.000-Rp2.000 per orang.

Pengadaan sarana transportasi kampus ini atas kerja sama Pemkab Majene dengan Unsulbar.

Peluncurannya berlangsung di Pelataran Gedung Rektorat Unsulbar Jalan Prof DR Baharuddin Lopa Kabupaten Majene Sulawesi Barat pada Senin, 4 November 2019.

Turut hadir dalam peningkatan sinergitas di bidang transportasi darat  itu adalah Bupati Kabupaten Majene, Rektor Unsulbar dan Civitas Akademik, Ketua DPRD Majene, Dandim 1401 Majene, Kajari Majene dan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Rektor Unsulbar H Akhsan Djalaluddin dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas kerjasama ini sebagai wujud dari Pemkab Majene yang sangat peduli terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan formal.

Akhsan menambahkan dibukanya jalur dan transportasi kampus ini (pete-pete),  merupakan respon atas permintaan pihak kampus dan keluhan sebagian mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan.

Ia mengharapkan, terbukanya jalur transportasi ini bisa membantu mahasiswa dalam mempermudah akses ke kampus baru Unsulbar di Padang-Padang.

“Pemanfaatan transportasi kampus ini tentunya tidak gratis dan tarifnya telah ditetapkan serta tidak akan memberatkan mahasiswa. Tetapi yang paling penting transportasi ini tetap beroperasi mulai dari pagi sampai sore sesuai dengan kebutuhan mahasiswa”, tegas Akhsan.

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara menyatakan, kerjasama itu salah satu bagian dari komitmen Pemkab Majene membangun fasilitas umum itu untuk menunjang transportasi bagi mahasiswa Unsulbar.

Ia menilai, penyediaan transportasi kampus itu akan diatur oleh Pemkab Majene melalui Dinas Perhubungan setempat atas respon dan permintaan pihak rektorat dan keluhan sebagian civitas akademik Unsulbar.

“Kami berharap dengan adanya transportasi ini akan dapat membantu civitas akademik Unsulbar, khususnya memperlancar perkuliahan serta kegiatan-kegiatan lainnya di kampus. Operasikanlah transportasi kampus ini dengan semaksimal mungkin sambil kita tetap melakukan monitoring dan evaluasi untuk penyempurnaannya,” pinta Bupati Majene.

Sebab kata dia, lebih penting yang harus jadi perhatian bersama adalah sarana umum ini dapat mendorong Unsulbar memperoleh penilaian visitasi memuaskan, sehingga mendapatkan akreditasi lebih baik lagi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi”, jelas Fahmi.

Setelah itu Bupati Majene bersama rombongan didampingi Rektor Unsulbar mencoba langsung naik transpotasi itu menuju kampus baru yang ada di atas dataran tinggi di Padang-Padang Majene.

Pada kesempatan itu, dalam perjalanan Bupati Majene sambil mengenang dan menceritakan masa lalunya ketika masih menuntut ilmu di Perguruan Tinggi di Makassar pada 1980-an.

Dimana setiap hari naik angkutan pete-pete  juga sesekali naik bus damri ke kampus dengan tarif yang murah.

Melalui sambungan telepon seluler, Kadis Perhubungan Majene H Mithhar mengatakan, dasar pengeporasian transportasi kampus itu sesuai dengan visi dan misi Bupati Majene, yaitu pembangunan sarana prasarana dan pelayanan kepada masyarakat.

Menjadi bagian pula dari RTRW Provinsi Sulawesi Barat bahwa Kabupaten Majene sebagai pusat pelayanan pendidikan dan sekaligus jawaban dari permintaan dan keluhan civitas akademik Unsulbar.

Mithhar menambahkan tujuan dan manfaat dibukanya jalur transportasi ke kampus baru Unsulbar ini, tidak terlepas dari komitmen terlaksananya transportasi yang lancar dan memadai untuk mendukung pembangunan daerah.

“Transportasi kampus itu tentunya bukan hanya digunakan mahasiswa saja, tetapi masyarakat sekitar kampus nantinya,” beber Mithar.

Untuk sementara transportasi kampus (pete-pete) yang dioperasikan untuk baru lima unit mobil dan akan dibuatkan tujuh jalur atau trayek khusus dengan tarif sementara Rp1.000-Rp2.000 per orang. (*)

Reporter: Almadar Fattah
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here