Pencairan BST Tahap IV
Doc

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Pada tahap I pencairan bantuan sosial tunai (BST) melalui Kantor Pos, penerima di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara berjumlah 8.614 Keluarga Penerima Manafaat (KPM). Namun mulai tahap kedua dan berikutnya menjadi berkurang menjadi 7.442 KPM saja.

Pengurangan jumlah penerima BST ini disebabkan oleh banyaknya data ganda yang ditemukan hasil validasi Kementerian Sosial RI sejak pencairan tahap kedua pada Juni 2020. Bantuan ini disalurkan Pemerintah Pusat akibat dampak virus corona yang mewabah sejak Maret 2020.

Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan, Jabbar di Nunukan pada Rabu, 25 Agustus 2020 bahwa pengurangan KPM penerima BST di daerahnya mencapai 1.172 KPM.

Selain ditemukan data ganda, sebagian pula nama penerima tidak sesuai dengan alamat tempat tinggal dan perubahan status sosial KPM bersangkutan.

Dari 7.442 KPM penerima BST tersebut masing-masing 6.021 KPM mencairkan melalui Kantor Pos, 964 KPM melalui BRI dan 457 KPM di BNI 46.

“Benar, data penerima BST untuk tahap IV dan V ini berkurang dibandingkan penerima tahap I lalu melalui Kantor Pos dan bank,” sebut Jabbar.

Pada tahap pertama hingga ketiga, KPM menerima Rp600.000 tetapi pada tahap keempat hingga keenam hanya Rp300.000 saja. Jabbar akui, data penerima BST ini masih berdasarkan data lama sehingga memang memungkinkan telah banyak yang mengalami perubahan status sosial.

Misalnya, pada saat pendataan beberapa tahun lalu anggota keluarga bersangkutan masih berstatus miskin atau hampir miskin. Setelah ada anggota keluarganya lolos pegawai negeri sipil atau bekerja pada kantor pemerintah lainnya sehingga dianggap tidak memenuhi lagi kategori hampir miskin atau miskin.

Begitu juga, kata dia, sebelumnya penerima bantuan dari pemerintah masih hidup dan sekarang ini telah meninggal dunia. Akhirnya dikategorikan orangnya tidak ada lagi sehingga bantuan tersebut dikembalikan kepada negara.

Selain itu, hasil pendataan yang dilakukan Ketua RT sebagian dianggap tidak layak menerima karena kondisi kehidupannya telah mapan berkat perubahan pekerjaan atau status sosialnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here