Kebakaran Inhutani Nunukan
Petugas Pemadam Kebakaran bersama warga berusaha memadamkan api di Inhutani RT 10 Kelurahan Nunukan Utara pada Minggu malam (10/1)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Pelaku yang diduga membakar rumahnya setelah bertengkar dengan istrinya dan menebas sejumlah warga yang melintas di dekatnya sebelum persitiwa kebakaran, terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri menggunakan perahu menurut versi warga atau tetangganya.

Namun versi aparat kepolisian yang diterima melalui pres rilis yang beredar di kalangan awak media berbeda dengan pernyataan warga yang dihimpun di lokasi kejadian kebakaran di Inhutani RT 10 Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.

Menurut pres rilis tersebut, pada saat terjadi penganiayaan terhadap warga di sekitar lokasi kebakaran, Bripka Indra mendatangi pelaku dengan mengatakan “jangan kamu timpas anak itu, saya polisi”. Tetapi pelaku tidak memperdulikannya, malah mengejar anggota polisi tersebut sehingga menghindar bersama warga lainnya.

Tiba-tiba, muncul kobaran api dari rumah pelaku yang langsung menjalar ke rumah tetangganya. Setelah itu, Bripka Indra ke Mapolsek Nunukan untuk mengambil senjata api dan mendatangi kembali tempat kejadian dengan niat mengamankan pelaku.

Hanya saja, pada saat itu pelaku memberikan perlawanan dengan mengayun-ayunkan parangnya seraya berkata “tembak aku”. Bripka Indra melumpuhkan (menembak) pelaku selanjutnya membawa ke RSU Kabupaten Nunukan.

Puing-puing rumah warga sisa kebakaran di Inhutani RT 10 Kelurahan Nunukan Utara Kabupaten Nunukan, Senin pagi (11/1)

Sebelumnya, tetangga pelaku sekaligus korban kebakaran bernama Darusman (48) mengemukakan pelaku yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan rumput laut ini meninggalkan rumahnya yang sudah terbakar dimana api mulai menjalar ke rumah tetangganya meninggalkan lokasi kejadian dengan ikut pada perahu yang diamankan pemiliknya dari kebakaran.

“Mungkin karena pelaku melihat api sudah besar dan sudah membakar rumah tetangganya jadi tidak bisa lagi keluar melalui lorong makanya melarikan diri dengan ikut sama perahu yang menghindari lokasi kebakaran ke Tanah Merah,” ujar Darusman pada Senin pagi, 11 Januari 2021.

Darusman dengan raut wajah yang sedih karena rumahnya ikut terbakar beserta harta bendanya menuturkan, informasi yang diperoleh dari warga setempat. Pada malam kejadian itu, aparat polisi mengejar pelaku karena ikut kapal (perahu) menuju Tanah Merah dengan membawa parang panjang.

Pada saat di Tanah Merah itulah sekira 500 meter dari lokasi kebakaran, pelaku didapat di atas perahu masih memegang parang. “Mungkin polisi takut ikut kena timpas makanya ditembak. Disitulah parangnya baru bisa lepas dari tangannya,” ucap Darusman yang mengaku tidak ada harta benda dan barang dagangannya yang diselamatkan.

Namun Darusman mengaku tidak mengetahui persis bagian tubuh dari pelaku yang terkena tembakan. Tetapi beberapa foto pelaku yang beredar sedang terbaring di RSUD Nunukan terlihat ada luka pada bagian perut sebelah kanan dan beberapa luka pada wajah dan tubuhnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here