Mamasa (BERANDATIMUR.COM) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyerahkan dana hibah kepada Kabupaten Mamasa sebesar Rp3 miliar lebih.

Dana hibah diserah langsung oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi  Wakajati Sulbar dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar di Kecamatan Mambi pada Rabu, 6 Nopember 2019.

Rombongan ABM sapaan Gubernur Sulbar disambut oleh Bupati Mamasa Ramlan Badawi, Camat Mambi dan Camat Aralle, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dana hibah yang diserahkan itu untuk tahun anggaran 2019 senilai Rp3.524.000.000,- diperuntukkan pembangunan masjid, gereja dan kegiatan keagamaan lainnya di Kabupaten Mamasa.

Kabupaten Mamasa salah satu daerah pegunungan yang ada di Sulbar yang terkenal hasil tanaman kopi dan kakao serta alat musik yang semuanya terbuat dari bambu.

Daerah ini juga terkenal dengan tari kondo sapata dan daerah yang dihuni salah satu hewan khas Sulawesi yang sudah mulai diambang kepunahan yaitu anoa dan burung ranggong.

Salah satu masjid yang mendapat bantuan dana hibah adalah pembangunan Masjid Nurul Ikhsan yang berada di pusat kota Mambi sebesar Rp1 miliar dari total dana bantuan hiba untuk pembangunan rumah ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

Bantuan dana hiba itu, diterima langsung oleh pengurus masjid tersebut yang disaksikan oleh Bupati Mamasa Ramlan Badawi,  tokoh agama dan masyarakat yang hadir.

ABM dalam sambutannya mengatakan pada kunjungan sebelumnya di daerah itu telah berjanji akan menuntaskan pembangunan masjid yang berada di ibukota Kecamatan Mambi itu yang membutuhkan anggaran sekira Rp2 miliar.

“Tahun ini Pemprov Sulawesi Barat hanya bisa menyumbang 1 miliyar dulu, insya Allah tahun depan 1 miliyar lagi”, kata ABM.

Ia pun berharap bantuan yang diberikan agar digunakan sebagaimana mestinya dan penggunaannya harus melalui musyawarah dan terbuka serta menjalin hubungan kerja sama yang harmonis dan tetap menjaga kerukunan umat beragama.

Sedangkan kelanjutan pembangunan Rumah Adat Lantang Kada Nenek Mambi, ABM juga berjanji akan menganggarkan pada 2020. Ia akui, Rumah Adat Lantang Kada Nenek merupakan rumah adat yang ada di Mambi yang butuh perhatian karena merupakan salah satu warisan atau situs budaya yang ada dan perlu dijaga serta dilestarikan.

“Bantuan semacam ini harus bertahap karena Pemprov Sulawesi Barat harus fokus pada Human Development Index (HDI). Kita selalu berusaha meningkatkan kualitas SDM. Semoga bantuan hibah ini bisa menunjang pembangunan SDM,” tegas Gubernur Sulbar ini.

Sementara itu pada kesempatan itu juga, Bupati Mamasa Ramlan Badawi mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sulbar atas bantuan tersebut.

Ia optimis bantuan hibah ini bisa menunjang dan mempercepat pencapaian Index Pembangunan Manusia (IPM) yang ada di Kabupaten Mamasa.

“Dengan bantuan hiba ini, mari semua tingkatkan keimanan kita dan jaga toleransi beragama. Apalagi daerah kita ini pernah terjadi konflik sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan sosial dan kegamaan kepada masyarakat,” ujar Ramlan.

“Mamfaatkanlah bantuan hibah ini dengan sebaik-baiknya dan musyawarahlah dengan cara duduk bersama untuk penggunaan dana bantuan itu”, imbau Bupati Mamasa. (*)

Reporter: Almadar Fattah
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here