Flores Timur (BERANDATIMUR.COM) – Pemerintah Kabupaten Flores Timur NTT terus menggenjot pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada setiap desa. Bupati Flores Timur Ingatkan agar tidak menghabiskan Dana Desa (DD) untuk biaya operasional.

Tujuannya, agar dana pemberdayaan yang ada di desa benar-benar dikelola secara baik sehingga  bermanfaat bagi masyarakat termasuk pola pelaksaannya.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, ST berpendapat, dana pemberdayaan semua ditarik dan memjadi unit usaha BUMDes.

Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program-Program Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Flores Timur di Aula Paroki Maria Pembantu Abadi Weri, Rabu, 27 Nopember 2019.

Turut hadir pada acara itu adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rufus Koda Teluma, S.Sos, Kepala Dinas Perikanan Ir Maria Irene Erna da Silva, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Apolonia Corebima, SE, M.Si, para Camat dan Lurah, Para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kabupaten Flores Timur.

Sejak tahun 2010  di Flores Timur sudah mencanangkan program  Anggur Merah dan Gerbang Emas pada 2013. Sebelumnya ada beberapa program pemberdayaan seperti PNPM.

Pemberian program pemberdayaan ini, kata Bupati Anton Hadjon, tujuannya sangat jelas yakni membuat perubahan ekonomi bagi masyarakat khususnya yang ada di desa.

Kemudian, perlu juga diketahui sejauh mana pelaksanaan program pemberdayaan ini yang dijalankan pada setiap desa penerima.

Oleh karena itu, rakor sangat penting diselenggarakan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilaksanakan dan menemukan inovasi dan gagasan baru  yang disepakati bersama untuk dilaksanakan ke depan.

“Perkembangan BUMDes sekarang ini di beberapa desa sudah berjalan baik tapi juga ada desa yang BUMDesnya belum terlihat sama sekali. Ini menunjukkan bahwa desa tersebut belum ada niat untuk membentuk Bumdes,” ungkap Anton Hadjon.

Ia menyebutkan pula bahwa ada desa yang tengah membentuk BUMDes. BUMDes ini menggunakan Dana Desa (DD) sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran hanya habis digunakan untuk biaya operasional semata.

“Kita punya semangat bersama memanfaatkan dana-dana pemberdayaan untuk menggerakkan ekonomi di desa, kita mulai dari dana yang sudah ada di desa,” tegas Anton. (*)

Editor: M Rusman
Sumber: Humas Pemkab Flores Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here