Pdip nunukan
Ketua DPC PDIP Nunukan, Lewi S.Sos

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Enam nama dianggap layak menjadi calon bupati atau wakil bupati sehingga diincar oleh Dewan Pimpinan Cabang PDIP Nunukan untuk mendaftarkan diri.

Nama-nama tersebut sangat tenar dan populer serta menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan Kalimantan Utara mulai membuka pemdaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati untuk pilkada serentak 2020.

Pendaftaran yang dibuka 9-15 September 2019 ini bertempat di Sekretariat DPC PDIP Nunukan Jalan Sei Fatimah Kelurahan Nunukan Barat.

Ketua DPC PDIP Nunukan, Lewi menjelaskan, pihaknya telah membentuk panitia pendaftaran balon bupati dan wakil bupati pada pilkada 2020.

Namun pada hari pertama dibuka pendaftaran belum ada yang datang mendaftarkan diri. Tetapi, kata dia, pihaknya akan senantiasa menunggu selama dibuka waktu pendaftaran selama sepekan itu, terang anggota DPRD Nunukan ini, Senin, 9 September 2019.

Dibukanya pendaftaran bagi balon bupati dan wakil bupati ini menandakan partai berlambang banteng moncong putih ini bisa dikendarai oleh siapa saja yang memenuni syarat sesuai atoritas partai bersangkutan.

Lewi menambahkan, DPC hanya berkewenangan membuka pendaftaran sedangkan keputusan akhir siapa yang akan diusung pada pilkada bupati dan wakil bupati menjadi otoritas DPP.

“Kami disini sifatnya hanya penjaringan saja. Sedangkan penentuan dan penetapan calon bupati dan wakil bupati yang diusung menjadi kewenangan DPP,” ujar dia.

Ia mengatakan, apabila tiga hari dibuka pendaftaran belum ada yang mengambil formulir maka kemungkinan jemput bola. Yakni mengunjungi para bakal calon dengan membagikan formulir yang telah disiapkan panitia.

Tito Nurhayatno selaku Ketua Panitia Penjaringan juga menuturkan, ada enam nama yang bakal dikunjungi oleh panitia apabila hingga tiga hari ke depan belum ada pendaftar.

Keenam nama ini memang santer diperbincangkan oleh masyarakat yang bakal maju pada pilkada tahun depan.

Namun Tito katakan, PDIP tetap membuka ruang bagi siapa saja yang berminat menggunakan partai ini pada pilkada bupati dan wakil bupati pada pilkada serentak 2020.

Keenam nama yang dibidik dan dianggap cukup populer di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Nunukan adalah petahana Asmin Laura Hafid, Basri (mantan Bupati Nunukan periode 2011-2016), Danni Iskandar (mantan Ketua DPRD Nunukan 2014-2019).

Lalu, Andi Muttamir (anggota DPRD Nunukan asal PPP), Nardi Azis (mantan Ketua DPRD Nunukab periode 2009-2014), Asmah Gani (mantan wabup Nunukan periode 2011-2016).

“Keenam nama ini paling banyak diperbincangkan oleh masyarakat makanya PDIP nanti akan mendatangi mereka dengan memberikan formulir pendaftaran,” beber Tito.

Tapi, tidak menutup ruang bagi kandidat lainnya yang ingin mendaftarkan diri di PDIP untuk dicalonkan di pilkada serentak 2020.

Tito menegaskan, mendatangi keenam nama tadi apabila dalam kurun waktu tiga hari sejak dibukanya pendaftaran ternyata belum ada yang mendaftarkan diri.

Sebab, panitia penjaringan akan bekerja maksimal sesuai arahan DPP PDIP untuk calon bupati atau wabup Kabupaten Nunukan untuk periode 2021-2024. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here