Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembunuhan pimpinan militer Iran, Mayor Jenderal Qassim Soleimani beserta rombongan di Baghdad, Irak pada Jumat 3 Januari 2020.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hubungan Internasional PB HMI, Samsuddin menekankan,  pembunuhan jenderal besar Iran atas perintah Donald Trump tersebut telah melanggar prinsip-prinsip perdamaian dunia.

Bahkan PB HMI menilai, sikap yang ditunjukkan Presiden AS tersebut tergolong pelanggaran HAM berat yang dapat menciptakan perang baru di Timur Tengah. Apalagi Mayjen Qasem Soleimani bukan hanya tokoh militer Iran namun juga merupakan tokoh Timur Tengah yang sangat dihormati.

“Kami sangat menyayangkan dan mengecam tindakan pemerintah AS yang dengan sengaja melakukan pembunuhan kepada Mayjen Qassim Soleimani dengan menembakkan roket. Pembunuhan tersebut merupakan pelanggaran HAM berat dan bisa mengakibatkan situasi di Timur Tengah memanas pasca pembunuhan tersebut, apalagi kedatangan Mayjen Qassim Soleimani memenuhi undangan pemerintah Irak .” kata Samsuddin lewat keterangan tertulisnya, Jumat, 10 Januari 2020.

Samsuddin meminta AS segera menarik pasukannya yang berada di Irak, Kuwait dan beberapa negara lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghentikan aksi serupa kedepannya.

“Kami juga mengimbau pemerintah AS harus berhati-hati mengambil keputusan kedepannya di Timur Tengah. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, jika salah mengambil keputusan pintu perang dunia ketiga terbuka sangat lebar,” kata dia yang menilai tindakan AS ini sangat rentan terjadinya perang dunia ketiga.

Selain itu pemerintah AS harus memikirkan dampak lainnya seperti terjadinya krisis Ekonomi Dunia. Apalagi pasca wafatnya sang jenderal, pemerintah Iran telah melakukan pembalasan dengan membombardir pangkalan militer AS di Irak.

Pembunuhan atas Sang Jenderal Iran tersebut dilakukan dengan dalih untuk menghentikan perang karena dianggap Qassem Soleimani merupakan orang yang sangat kejam. Alasan AS ini tidak dapat dibuktikan dan sangat tendensius.

Padahal, Mayjen Qassim Soleimani beserta pasukannya yang bertekad besar menumpas pasukan ISIS yang berada di Timur Tengah tersebut.

Untuk membulatkan tekad menyikapi pembunuhan Qassem Soleimani ini, PB HMI melalui Bidang Hubungan Internasional menyambangi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta pada Rabu, 8 Januari 2020 sekaligus mengucapkan turut berduka cita.

“PB HMI sudah menyambangi Kedutaan Besar Iran di Jakarta guna mengucapkan turut berduka cita atas syahidnya Mayjen Qassim Soleimani,” kata Samsuddin.

Ia juga mengaku, bukan hanya PB HMI saja yang hadir di Kedutaan Besar Iran saat itu tetapi juga sejumlah ormas Islam lainnya.

Wasekjen Bidang Hubungan Internasional PB HMI ini mengharapkan, Pemerintah Indonesia turun tangan untuk pro aktif menyelesaikan konflik tersebut selaku anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

PB HMI menilai, kesempatan besar bagi pemerintah Indonesia mengambil peran besar dalam penyelesaian komplik di Timur Tengah pasca pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani ini. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here