Pintu Masuk PARAS Perbatasan

Nunukan¬†(BERANDATIMUR.COM)¬†–¬†Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara optimis pasar rakyat yang terletak di Jalan Lingkar Kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan memiliki prospek ekonomi yang baik ke depannya.

Optimisme itu diutarakan oleh Sekretaris Daerah Nunukan, Serfianus di Nunukan menanggapi peluang ekonomi pasar yang diberi nama PARAS (Pasar Rakyat Adil Sejahtera (PARAS) Perbatasan ini, Selasa, 22 Oktober 2019.

Peluang ekonomi di pasar itu sangat terbuka lebar karena melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah itu. Kemudian, jenis kuliner yang tersedia menyesuaikan dengan selera masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

Untuk menggerakkan ekonomi masyatakat yang berjualan di pasar yang diresmikan oleh Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid pada 12 Oktober 2019 ini, Serfianus mengaku telah mengimbau kepada pejabat dan ASN di daerahnya untuk berkunjung ke pasar rakyat itu setiap malam atau hati libur.

“Kami hampir setiap malam ada nongkrong disana (PARAS Perbatasan). Kami juga sudah mengarahkan seluruh pimpinan OPD dan ASN untuk aktif berkunjung,” terang dia.

Ia menyatakan, arahan tersebut telah diimplementasikan oleh jajarannya sehingga sejak diresmikan, pasar rakyat ini sering ramai pada malam hari.

Menurut Sekdakab Nunukan, nongkrong di PARAS Perbatasan lebih bermanfaat karena berkontribusi terhadap pelaku UKM dengan membeli jualannya.

Serfianus menyebutkan, UKM yang dilibatkan di pasar rakyat itu berjumlah 170 pelaku usaha dengan berbagai menu makanan dan minuman yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, kata dia, sangat layak untuk dijadikan kawasan perekonomian dan tempat menghabiskan waktu bagi masyarakat Kabupaten Nunukan.

Ia juga mengaku telah mengajak Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga untuk menyiapkan hiburan kesenian setiap malam di pasar tersebut.

Selanjutnya, Pemkab Nunukan akan mengajal komunitas anak-anak muda untuk mengekspresikan diri di PARAS Perbatasan karena disediakan alat kesenian seperti band.

Menanggapi berbagai sorotan masyarakat melalui media sosial (medsos) bahwa lokasi PARAS Perbatasan jauh dari keramaian. Serfianus mengatakan, malah sangat potensial karena letaknya berada di tengah-tengah antara wilayah selatan dengan perkotaan.

“Malah sangat bagus posisinya karena berada di tengah-tengah antara wilayah selatan dengan perkotaan,” imbuh dia.

Bahkan dia katakan, Pemkab Nunukan membangun pasar rakyat di lokasi itu untuk pengembangan kawasan perkotaan ke depannyam

PARAS Perbatasan ini dibangun dengan menggunakan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) dari puluhan perusahaan swasta dan BUMN di daerah itu.

Totalnya mencapai Rp2 miliar lebih dengan perencanaan pembangunan pasar modern.

Sesuai keterangan Bupati Nunukan pada saat peresmian bahwa pasar rakyat ini direncanakan dibangun dengan tiga tahap. Namun baru satu tahap yang rampung dan telah difungsikan saat ini.

Berbagai bentuk antisipasi yang ditempuh Pemkab Nunukan agar pasar rakyat ini tidak meninggal kesan “panas-panas tahi ayam” atau ibarat gorengan yang melempem jika masuk angin.

Serfianus menyatakan, Pemkab Nunukan terus berupaya agar pasar ini menjadi destinasi bagi masyarakat setempat untuk menikmati kuliner dan berwisata dengan berbagai hiburan khususnya pada malam hari.

“Kita akan terus berupaya meramaikan pasar PARAS Perbatasan supaya bisa menjadi tujuan masyarakat untuk bersantai sambil menikmati berbsgai jenis makanan dan minuman,” tutur Serfianus.

Menurut dia, pasar ini akan dijadikan pusat jajanan sehingga perekonomian masyarakat khususnya pelaku UKM lebih meningkat lagi.

Informasi dari pedagang di PARAS Perbatasan bahwa hasil penjualan setiap malam cukup lumayan karena banyaknya masyarakat yang berkunjung. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here