Nunukan Sukses Tangani COVID-19, 1.000 Usaha Mikro Dapat Bantuan Dari Pusat

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Keberhasilan Pemkab Nunukan menangani COVID-19 selama pandemi, Pemerintah pusat mengganjar 1.000 usaha mikro dapat bantuan penguatan modal masing-masing Rp2 juta.

Penyaluran bantuan modal ini melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Kabupaten Nunukan dengan mentransfer melalui rekening Bank Kaltimtara.

Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Plt Bupati Nunukan H Faridil Murad kepada tiga penerima bantuan di Kantor Bupati Nunukan, Selasa, 24 Nopember 2020.

Turut hadir pada penyerahan bantuan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, Kepala DKUMKP H Abdul Karim, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) R. Iwan Kurniawan, beberapa pejabat dari Inspektorat Kabupaten Nunukan, dan perwakilan Bank Kaltimtara.

Kepala DKUMKP H Abdul Karim sebelum penyerahan bantuan menyatakan bantuan untuk pelaku usaha mikro ini berasal dari alokasi Dana Insentif Daerah (DID) yang diterima oleh Pemkab Nunukan dari pusat.

Alokasi DID diberikan kepada Pemkab Nunukan karena selama ini dianggap mampu menangani dampak penyebaran COVID-19 dengan baik.

Pemkab Nunukan mengusulkan 3.108 usaha mikro namun lolos verifikasi dan validasi data hanya 1.000 pelaku usaha.

“Jumlah pelaku usaha mikro yang diusulkan untuk menerima bantuan sebetulnya cukup banyak, mencapai 3.108 pelaku usaha, namun setelah melalui verifikasi dan validasi data, akhirnya hanya 1000 pelaku usaha mikro yang dinyatakan memenuhi syarat mendapatkan bantuan,” ungkap Abdul Karim.

Verifikasi dan validasi data dilakukan selama hampir 2,5 bulan, dengan melibatkan inspektorat agar datanya benar-benar aman dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara sisanya akan coba alihkan pada program bantuan Presiden (banpres) bagi usaha produktif yang direncanakan bernilai Rp2,4 juta setiap usaha mikro.

Kepada para penerima bantuan, Abdul Karim berpesan agar menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan usahanya.

“Kepada ibu-ibu penerima bantuan tolong disampaikan kepada teman – teman yang lain bahwa penerima bantuan ini bukan diundi, melainkan diseleksi. Kita lihat tempat usahanya, keaktifan usahanya selama masa pandemi dan lain sebagainya,” tekan Abdul Karim.

Manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan mudah-mudahan bantuan ini ada berkahnya sebagai sarana penguatan modal usaha sehingga bisa lebih berkembang,” ujarnya. (HUMAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here