Pengembangan Tanaman Jagung dan Singkong
Foto: Doc

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Kabupaten Nunukan, Kaltara menjadi salah satu wilayah pengembangan kawasan pangan “foof estate” nasional karena ketersediaan lahan yang masih mumpuni hingga puluhan ribu hektar.

Pemkab Nunukan sendiri telah menyediakan ribuan hektar lahan di Kecamatan Sembakung dan Seimenggaris sebagai penyangga ekonomi yang dicanangkan Pemerintah.

Namun Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nunukan menilai pengembangan tanaman jagung dan singkong yang lebih tepat. Seiring dengan kebijakan pemerintah daerah setempat fokus pada sektor pertanian dan hortikultura.

“Untuk Nunukan sendiri lebih potensial lahan yang ada untuk tanaman jagung dan singkong,” sebut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nunukan Masniadi pada coffee morning secara virtual di Nunukan, Senin, 18 Januari 2021.

Pemkab Nunukan senantiasa berupaya maksimal memanfaatkan lahan yanag tersedia dengan pengembangan tanaman yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, agar bisa meminimalisir ketergantungan dengan daerah lain.

Masniadi akui, kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat Nunukan selama ini sekira 60 persen didatangkan dari Sulsel dan Surabaya, Jatim dan ada pula didatangkan dari negara tetangga Malaysia.

Oleh karena itu, Pemkab Nunukan telah menetapkan zona pertanian pada sejumlah lokasi berkaitan dengan visi misi Bupati-Wakil Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid-H Faridil Murad.

Pemkab Nunukan juga bersama dengan TNI AD telah membuka area persawahan dan pertanian khususnya hortikultura pada sejumlah lokasi dimana lahan tersebut telah berproduksi dan mulai digeluti masyarakat.

Data dari Bappeda Nunukan, lahan yang disediakan untuk pengembangan sektor pertanian belum digarap maksimal sehubungan pergeseran aktivitas masyarakat pada sektor lainnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here