Napak Tilas Hari Ke-32 Perahu Padewkang Menuju Australia
Salah ssorang kru Perahu Padewakang memperbaiki peralatan yang patah akibat angin kencang yang menerpa dalam pelayaran menuju Pulau Wetar NTT pada Rabu (8/1)

Memasuki hari ke-32 napak tilas perahu Padewakang asal Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan melanjutkan pelayaran dengan tujuan akhir Australia.

Pada Rabu, 8 Januari 2020 sekira pukul 09.53 WIT, perahu yang tidak menggunakan mesin ini mengarungi lautan luas telah angkat jangkar meninggalkan Teluk Mali Pulau Alor menuju Pulau Wetan masih di Provinsi NTT.

Perahu yang mengandalkan layar mengarungi lautan luas ini pada hari itu juga diperoleh informasi mengalami naas. Dimana angin kencang dari arah barat laut menerpanya sehingga mengalami patah kemudi bagian kiri.

Berhadapan dengan gelombang laut setinggi 2,5 meter dengan interval pendek ini tepatnya di sebelah utara Pulau Alor.

Kru yang sigap dengan segala kemungkinan yang bakal menerpanya, menggulung layar lalu mengganti kemudi patah tadi dengan cadangan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Bekas kemudi sebelah kanan yang tetap disimpannya selama pelayaran.

Usai mengganti dan memasang kemudi kiri tersebut, pelayaran dilanjutkan tetapi musibah kembali menerpanya pada 30 menit perjalanan karena kemudi bagian kanan patah.  Maka layar besar terpaksa diturunkan tapi kru mengalami kesulitan akibat angin yang bertiup sangat kencang.

Akhirnya, pelokang (boom) layarpun patah sehingga semakin tidak terkendali karena angin kencang tersebut. Kru kapal kayu ini menempuh jalan pintas demi keselamatan pelayaran dengan memotong tali layar sehingga layar besar terhempas dan dibiarkan jatuh di laut.

Sehubungan pelayaran tidak normal karena hanya menggunakan satu kemudi dan tanpa layar utama maka perjalanan tidak dilanjutkan ke Pulau Wetar dan perahu Padewakang memutuskan kembali ke pantai Mali dengan jarak sekira 6,5 mil.

Perahu ini pun tiba di pantai Mali pada Rabu, 8 Januari 2020 sekira pukul 15.30 WIT untuk berjangkar. Kesempatan kru membenahi peralatan yang rusak dan kurang untuk persiapan kelanjutan pelayaran.

Persiapan yang dilakukan melanjutkan pelayaran dengan mencari kayu dan bambu untuk cadangan kemudi dan tiang (pelokang) layar.

Sekaligus menambah kesiapan logistik untuk pelayaran berikutnya. (Fransiskus Gerardus Molo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here