Merantau ke Kalbar Sejak 1960-an, Alimudin Rindukan Keluarganya di Bulukumba

Pria Alimuddin Rindukan Kampung Halamannya
Postingan anak Alimudin di FB

Kalbar (BERANDATIMUR) – Pria asal Paranyelling Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulsel bernama Alimuddin kini rindu ingin bertemu saudara dan sanak keluarga lainnya. Setelah merantau pada tahun 1960-an pada usia 15 tahun dan kini telah berusia 78 tahun dengan 29 cucu dari 17 anak kandungnya.

Saat berbicara melalui telepon seluler pada Selasa, 27 April 2021, Alimudin masih mahir berbahasa Bugis. “Saya masih bisa bahasa bugis dan tidak pernah lupa bahasa saya walaupun sudah puluhan tahun di sini,” ucap dia dengan dialeg Sambas, Kalbar.

Alimudin menceritakan pertama kali merantau ke Kalbar sejak usia 15 tahun dan tidak pernah sama sekali berkomunikasi apalagi bertemu dengan keluarganya. Ia merantau bersama rekannya dari Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba dengan naik perahu pinisi kala itu.

Alamat tempat tinggal Alimudin sekarang di Desa Jawai Laut Rt 14 Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas dengan nomor telepon yang dapat dihubungi adalah milik anak kandungnya atau melalui telepon nomor 0895 1696 9909.

Pria asal Desa Paranyelling ini menuturkan baru sekarang ini memikirkan ingin bertemu dengan keluarganya di kampung halamannya. Makanya, menumpahkan perasaannya keinginannya bertemu sanak saudaranya di media sosial facebook melalui Grup Anak Bugis.

“Saya baru merasa mau sekali ketemu saudara dan keluarga di Bulukumba,” tutur dia.

Kedua orangtua Alimudin bernama Madek Ali (ayah) dan Keteng (ibu). Kemudian saudara-saudaranya bernama Sinang, Sengeng, Ganing, Baba, Mursiah, Patangngai.

Alimudin berharap kedua orangtuanya masih hidup begitu pula dengan saudara-saudaranya di kampung.

Baru saja mendapatkan informasi dari salah seorang anaknya, bahwa Alimudin sudah ditelepon oleh salah seorang saudaranya melalui sambungan telepon berkat pemberitaan media online BERANDATIMUR.COM.R

“Terima kasih banyak pak atas bantuannya. Bapak saya sudah berbicara dengan saudaranya dari kampungnya di Bulukumba. Alhamdulillah pak,” kata anaknya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here