Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Memasuki H-4 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah bahan pangan berupa tepung terigu menjadi langka di pasar-pasar.maupun kios-kios.

Kelangkaan tepung terigu ini tidak terlepas dari dampak COVID-19 yang melanda di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berujung pada tidak adanya pasokan dari negara tetangga Malaysia.

Murni, seorang pedagang bahan pangan di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan membenarkan, kelangkaan tepung terigu di daerah itu sejak tiga hari yang lalu.

Padahal memasuki lebaran Idul Fitri 1441 H ini, umat muslim sangat membutuhkan untuk bahan membuat kue dan persiapan takjil buka puasa.

“Sudah empat hari ini tidak ada tepung terigu yang dijual. Banyak sekali pembeli tanya-tanya tapi memang tidak ada sama sekali,” ujar Murni yang punya kios di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan, Selasa malam, 19 Mei 2020.

Ia mengakui, bahan baku membuat kue ini tidak ada di pasar karena ditutupnya akses keluar masuk dari dan ke Tawau, Malaysia sejak Maret 2020.

Begitu pula dengan Sulsel yang menjadi sumber bahan makanan di Kabupaten Nunukan. Sejak wabah COVID-19 ini, sarana transportasi laut dibatasi.

Untuk angkutan barang dari Sulsel khususnya melalui Pelabuhan Parepare ke Kabupaten Nunukan hanya ada satu kapal dibandingkan sebelumnya.

Akibatnya pasokan barang dari Pulau Sulawesi sangat kurang sehingga ketersediaan bahan pangan di daerah itu menurun menghadapi lebaran puasa tahun ini.

Sebelum langka, harga eceran tepung terigu produk dalam negeri di Kabupaten Nunukan berkisar Rp9.000 per kilo gram atau bungkus.

Sedangkan tepung terigu produk luar negeri dari Malaysia harganya sebesar Rp10.000-Rp11.000 per kilo gram.

Kelangkaan tepung terigu di Kabupaten Nunukan berdampak pada produksi takjil Ramadhan. Seperti yang diutarakan Marni, penjual kue-kue kering dan takjil di Jalan Lingkar Kelurahan Nunukan Timur, Rabu, 20 Mei 2020.

Marni menuturkan, banyaknya pesanan pembuatan kue kering dari warga yang akan melaksanakan lebaran Idul Fitri terpaksa ditolak. Alasannya, bahan baku tidak yakni tepung terigu.

Ia akui, stok tepung terigu yang dimiliki sekarang hanya cukup untuk membuat takjil setiap hari hingga akhir Ramadhan ini.

Itupun didapatkan dari salah satu kios dekat rumahnya pada sepekan lalu, sebelum terjadi kelangkaan.

“Sekarang ini biar mau beli dengan harga mahal memang tidak ada barangnya. Jadi banyak pelanggan saya tolak pesanan kue keringnya karena tidak ada tepung,” beber ibu rumah tangga ini. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here