Penemuan Drone Laut Diduga Milik China di PUlau Bonerate, Selayar
Drone laut diduga milik China ditemukan nelayan Kabupaten Selayar diamankan di Koramil 1415-03 Passimaranu, Selayar. (Foto: Sumber Media Selayar)

Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Sebuah drone bawah laut berbentuk rudal yang dilengkapi dengan kamera ditemukan oleh nelayan di perairan Pulau Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan beberapa hari yang lalu.

Ditanggapi sejumlah kalangan salah satunya dari anggota DPR RI Fraksi PKS, Sukamta. Karena drone yang kini diamankan di Pangkalan TNI AL Makasaar ini ditengarai mata-mata milik negara China.

“Tidak ada info dari kepolisian, karena saat ini benda tersebut berada di bawah otoritas Kodim Selayar,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Ibrahim Tompo pada Sabtu, 2 Januari 2021.

Dikutip dari Tribunnews.com pada Minggu, 3 Januari 2021, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, menilai hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Sukamta menyoroti lemahnya sistem keamanan teritori Indonesia dan menunjukkan kemampuan pertahanan yang tertinggal dari sisi teknologi.

“Ini pekerjaan rumah Pak Menhan untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh,” ungkap Sukamta pada Sabtu, 2 Januari 2021.

Sukamta juga mendesak pemerintah segera menyelidiki untuk mengungkap asal usul drone tersebut. Jika drone tersebut terbukti milik China atau negara lain, maka pemerintah harus melakukan protes keras dan melakukan tindakan diplomatik yang tegas.

“Drone bawah air tersebut sudah masuk sangat dalam ke wilayah Indonesia. Ini sinyal bahwa selama ini wilayah laut kita sangat mudah diterobos pihak asing,” kata Sukamta.

“Sangat mungkin selama ini sudah banyak drone yang berkeliaran di wilayah Indonesia dan mengambil data-data penting geografis dan potensi laut Indonesia. Artinya keamanan nasional kita sangat rentan,” tambah dia.

Sukamta menilai Indonesia bisa melakukan kerja sama dengan beberapa negara lain untuk alih teknologi dengan mendorong riset nasional untuk pengembangan teknologi yang mendukung sistem pertahanan yang handal.

Di sisi lain, legislator PKS ini meminta TNI Angkatan Laut dan Bakamla lebih memperkuat patroli laut terutama di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia.

“Ketegangan di Laut China Selatan yang melibatkan China, Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara ASEAN pasti akan berimbas ke keamanan wilayah Indonesia,” jelas dia.

“Wilayah Indonesia yang berada di zona ketegangan bisa dimanfaatkan oleh negara lain yang sedang berkonflik. Tentu kita tidak mau wilayah kita diobok-obok pihak asing. Oleh sebab itu kewaspadaan harus ditingkatkan dengan melalukan patroli secara ketat,” tandasnya. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here