Pemberlakuan PKP di Malaysia
Foto: Doc

Kuala Lumpur (BERANDATIMUR.COM) – Pemerintah Kerajaan Malaysia mengumumkan perintah kawalan pergerakan (PKP) untuk 14 hari ke depan mulai 13 Januari 2021 akibat semakin merebaknya virus korona pada lima negeri dan tiga wilayah persekutuan.

Pengumuman ini dilakukan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin yang disiarkan langsung TV1 pada Senin, 11 Januari 2021 yang menyatakan kebijakan tersebut melibatkan tiga tahapan pelaksanaan.

Dikutip dari media online malaysiakini.com disebutkan tahap pertama dimana PKP diterapkan pada lima negeri dan lima wilayah persekutuan yakni Pulau Pinang, Selangor, Malaka, Johor, Sabah, Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan.

Kemudian tahap kedua, PKP Pemulihan (PKPP) yang akan dilaksanakan di Perlis, Sarawak dan diteruskan sepanjang waktu yang ditetapkan Kerajaan Malaysia. Sebab, Kerajaan Sarawak saat ini menempatkan Kuching, Sibu dan Miri sebagai PKPB.

Muhyiddin menegaskan perjalanan keluar daerah dan antar negeri seluruh Malaysia tidak dibenarkan alias dilarang. Khusus pada lima negeri dan tiga wilayah persekutuan hanya dibenarkan beroperasi berkaitan dengan ekonomi dan usaha perdagangan.

Kelima sektor ekonomi dan usaha perdagangan yang dibenarkan beroperasi adalah perkilangan dan produksi, pembinaan, perdagangan, peredaran, perladangan dan komiditi.

Meskipun diberikan keleluasaan untuk beroperasi, seluruh pekerja diminta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, jelas Perdana Menteri Malaysia.

Pemerintah Malaysia juga menerapkan bagi warganya yang akan berbelanja bahan kebutuhan pokok sehari-hari hanya dua orang setiap rumah tangga yang dibenarkan keluar ke pasar atau toko.

Selanjutnya, perbankan, pasar, klinik, apotik tetap dibenarkan beroperasi di negeri yang diberlakukan PKP dengan tetap dipantau dan diawasi ketat.

Mengenai kegiatan persekolah di negeri PKP tetap dibenarkan hadir di sekolah khususnya yang akan melaksanakan SPM 2020-2021. Sementara kegiatan keagamaan di masjid-masjid hanya maksimal lima orang namun menjalankan protokol kesehatan. (*)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here