Penyelundupan 20 kg sabu-sabu
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro bertanya kepada tersangka ES seorang mahasiswa asal Makassar yang menyelundupkan sabu-sabu dari Malaysia saat konferensi pers di Mapolres Nunukan, Rabu (11/9)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Mahasiswa salah satu universitas swasta di Makassar Sulawesi Selatan ini ditangkap aparat Polres Nunukan Kalimantan Utara dengan kasus 20 kilo gram  sabu-sabu dari Malaysia. Sebelumnya telah tiga kali meloloskan sabu-sabu ke Parepare Sulsel.

Mahasiswa berinisial ES ini adalah semester VII atau dalam tahap penyusunan skripsi di perguruan tinggi yang beralamat di Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro pada konferensi pers di Mapolres Nunukan, Rabu menyatakan, hasil pemeriksaan terhadap ES mengakui telah empat kali meloloskan sabu-sabu dari negeri jiran Malaysia.

Pertama  kali meloloskan sabu-sabu dari Malaysia pada 2018 sebanyak satu kilo gram dengan upah Rp15 juta. Kedua seberat satu kilo gram dengan upah Rp25 juta.

Ketiga kalinya seberat satu kilo gram juga dengan upah Rp20 juta dan keempat ini baru berhasil diamankan dengan berat barang bukti 20 kilo gram dengan upah Rp90 juta.

Tersangka yang diamankan bersama rekannya berinisial SW adalah perempuan yang direkrut oleh ES dengan iming-iming dicarikan pekerjaan di Tawau Malaysia.

Namun SW hanya dijadikan saksi oleh penyidk Satresnarkoba Polres Nunukan karena pengakuannya tidak tahu menahu barang yang dibawa oleh ES dalam karung tersebut adalah sabu-sabu.

Barang bukti bersama tersangka diamankan di rumah pengurus penumpang bernama Yusal di Jalan Borneo III RT 09 Kelurahan Nunukan Timur Kabupaten Nunukan pada Kamis (3/9) sekira pukul 14.30 wita.

Tersangka ES lolos masuk ke Indonesia melalui perlintasan ilegal di Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah.

Dari Pulau Sebatik ini menggunakan jalur darat menuju Pelabuhan Bambangan Kecamatan Sebatik Barat untuk menyeberang ke Pulau Nunukan di rumah yang menjadi lokasi penemuan barang bukti yang dibungkus dengan karung goni.

Berkat kesigapan aparat Satresnatkoba Polres Nunukan dari laporan masyarakat langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah tempat menginap tersangka bersama rekannya SW.

Sebenarnya, tersangka ES akan membawa sabu-sabu yang diselundupkan dari negeri jiran itu ke Parepare Sulsel via KM Thalia.

Namun keburu tertangkap sehingga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan nantinya.

Keterangan tersangka ES yang mengenakan hijab ini, barang bukti sabu-sabu seberat 20 kilo gram diperoleh dari pria berinisial As yang tinggal di Sri Balung Tawau.

Pria As sendiri saat menjadi DPO Polres Nunukan dan masih dilakukan pengejaran bekerja sama dengan LO Kepolisian Konsulat RI Tawau.

Tersangka ES saat ini ditahan di Mapolres Nunukan untuk pengembangan selanjutnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here