LSM Panjiku Sesalkan Tindakan SMP Muhammadiyah Nunukan

0
539
SMP Muhammadiyah Nunukan
Ketua LSM Panjiku Muh Mansyur Rincing

Memberhentikan Siswa Karena tak Bayar Infaq

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Pemberhentian seorang siswa di SMP Muhammadiyah Nunukan Kalimantan Utara yang tak membayar infaq disesalkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pancasila Jiwaku (Panjiku).

Kekesalan LSM Panjiku ini karena dugaan pengancaman pihak SMP Muhammadiyah Nunukan melalui pengumuman soal siswa yang tidak melunasi infaq tersebut.

Ketua LSM Panjiku, Muh Mansyur Rincing melalui pesan tertulisnya menyatakan, pengancaman yang dilakukan oleh pihak sekolah di SMP Muhammadiyah sangat tidak bijak.

Seharusnya, melihat kondisi ekomomi orangtua siswa tersebut. Menurut dia telah melakukan kroscek kepada orangtua Muhammad Sulham memang tidak mampu.

Pekerjaan sehari-harinya hanya kuli bangunan sehingga terlambat untuk membayarnya.

“Nah saya sayangkan kalau ada dugaan pengancaman oleh oknum guru di SMP Muhammadiyah melalui saluran whattasp yang beredar melalui grup,” ujar Mansyur.

Dalam saluran WA grup itu, orangtua Muhammad Sulham mengatakan, bahwa kalau tidak bayar infak siswa tersebut  tidak mengikuti ujian.

LSM Panjiku menegaskan, SMP Muhammadiyah adalah lembaga pendidikan yang mengedepankan pembinaan kepada anak didiknya.

“Perlu diketahui sekolah itu bukan lembaga hukum yang mengobral kepada siswa apabila ada permasalahan,” kata dia.

Jika ada siswa yang tidak mampu membayar lalu diberhentikan dari sekolah merupakan tindakan yang tidak etis. Sama halnya SMP Muhammadiyah telah menciderai lembaga pendidikan.

“Kami minta oknum guru tersebut perlu di berikan sanksi tegas atau teguran,” pinta Mansyur.

Padahal SMP Muhammadiyah Nunukan ini dikenal punya banyak prestasi. Seharusnya tidak melakukan tindakan semacam itu dengan memberhentikan anak didiknya hanya persoalan sepele.

Ia mengaku telah menginterogasi orangtua Muhammad Sulham soal sikap dan prilaku anaknya selama ini. Orangtua siswa yang diberhentikan ini mengakui tidak ada.

Jila benar anak tersebut jatang masuk sekolah atau berprilaku buruk dalam area sekolah dipastikan ada surat teguran dari sekolah. “Selama ini tidak pernah ada katanya,” beber Ketua LSM Panjiku ini.

Pengakuan orangtua anak ini, lanjut Mansyur, pernah dipanggil oleh pihak sekolah sekaitan dengan prilaku anaknya. Namun setelah itu, anaknya sudah rajin masuk belajar.

Permasalahan itu dianggap sudah selesai. Oleh karena itu, LSM Panjiku mendesak SMP Muhammadiyah menganulir surat pemberhentian Muhammad Sulham dan memanggil kembali anak bersangkutan mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya.

“Hanya itu langkah tepat sebagai salah satu solusinya. Jika SMP Muhammadiyah bersikeras pada pendiriannya maka permasalahan bisa meluas dan merembes kemana-mana,” ujar Mansyur.

Catatan: Surat pemberhentian Muhammad Sulham Kelas XI di SMP Muhammadiyah Nunukan patut diduga buruknya manajemen dan sistim pembinaan sekolah ini.

Tidak mengedepankan pembinaan memanusiakan manusia sebagai karakter pendidikan yang sebenarnya.

Wajar jika LSM Panjiku bersuara keras selaku lembaga peduli pendidikan di Kabupaten Nunukan agar surat pemberhentian Muhammad Sulham ditarik kembali.

Pendidik tidak sewajarnya mengedepankan tindakan membabibuta tanpa mempertimbangkan nasib seseorang. Apalagi Muhammad Sulham diberhentikan pada saat duduk di Kelas XI.

Dimana tak lama lagi akan mengikuti ujian nasional. Jika SMP Muhammadiyah bersikeras dengan tindakannya itu berarti tidak mengedepankan pembinaan yang baik.

Apalagi, pemberhentiannya hanya didasari tidak melunasi pembayaran infaq semata. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here