PLN UP2 Nunukan
Kepala Up2 Nunukan, Rachmad Adi Widodo

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Tiga mesin pembangkit yang didatangkan dari Batu Sapong Balikpapan Kalimantan Timur tiba di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara

Keberadaan ketiga mesin pembangkit inj akan dipasang di Pulau Sebatik guna meminimalisir krisis listrik di pulau yang berbatasan dengan Negeri Sabah Malaysia ini.

“Informasi terakhir tadi sore posisi terakhir kapal yang mengangkut ketiga mesin dari Batu Sapong (Balikpapan) sudah berada di perairan Tarakan,” ujar Hendra Irawan, Kepala UP3 PLN Berau melalui pesan tertulisnya, Rabu, 10 Oktober 2019.

Ia memperkirakan ketiga mesin itu akan merapat di Pulau Sebatik pada sore atau malam hari ini.

Setelah ketiga mesin tiba di Pulau Sebatik langsung dipasang oleh 30 teknisi yang didatangkan oleh PT PLN.

Pemasangan akan dilakukan satu persatu sehingga setiap mesin rampung diupayakan langsung dioperasikan. Guna mengurangi krisis listrik secara bertahap di Pulau Sebatik.

Kemudian Hendra berkata, pemasangan setiap mesin diperkirakan membutuhkan waktu selama satu pekan. Jadi, tiga mesin membutuhkan waktu selama tiga pekan.

Hal ini juga telah disampaikan Kepala UP2 PLN Nunukan, Rachmad Adi Widodo saat berdialog dengan mahasiswa dan masyarakat yang menggelar unjuk rasa di Kantor PLN Nunukan pada Selasa, 9 Oktober 2019.

Apabila setiap mesin pembangkit yang didatangkan itu telah dipasang maka langsung dioperasikan atau tidak perlu menunggu ketiganya rampung.

Ketiga mesin pembangkit ini sengaja didatangkan untuk memenuhi kekurangan daya listrik di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan selama ini.

Oleh karena itu, suplai listrik di Kabupaten Nunukan khususnya di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik akan normal kembali pada akhir Oktober 2019.

Sebelumnya, Rachmad menjelaskan, pemadaman listrik dilakukan PT PLN setempat karena kurangnya daya akibat salah satu mesin pembangkit di PLTD Sei Bilal mengalami kerusakan.

Sementara alat yang rusak tersebut tidak ada cadangan di gudang peralatan sehingga terpaksa diorder. Makanya membutuhkan waktu yang lama yang berdampak pada pemadaman listrik secara bergilir.

Pemadaman listrik bergiliran ini terpaksa dilakukan PT PLN Nunukan agar daya yang tersedia dapat dinikmati semua pelanggan.

Walaupun dia sadari, pemadaman listrik hingga dua kali dalam sehari telah merugikan pelanggan dengan mengalami kerusakan peralatan elektronik.

Bukan hanya itu, pelayanan di perkantoran menjadi terhambat juga karena listrik tidak menyala.

Catatan: Pelanggan berharap pemadaman listrik tidak terjadi lagi apabila ketiga mesin telah dioperasikan. Sebagaimana janji PT PLN UP3 Berau dan UPP Nunukan..

Pemadaman listrik yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir ini disebabkan salah satu mesin pembangkit di PLTD Sei Bilal Nunukan direlokasi ke Kabupaten Tana Tidung yang mengalami juga krisis listrik.

Harapan itu tentunya saja membawa angin surga bagi masyarakat Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik yang sering terdampak dari pemadaman listrik secara bergiliran ini.

Memang diakui, sebelum salah satu mesin pembangkit di PLTD Sei Bilal direkolasi ke Tana Tidung telah jarang terjadi pemadaman listrik.

Sebab jumlah mesin pembangkit dengan kapasitas yang memadai telah melebihi kebutuhan pelanggan pada kedua pulau di daerah.

Sedangkan PLTMG Sebaung sendiri yang dikelola PT Bugak tidak pernah didengarkan suaranya. Ternyata PT PLN tidak ada komunikasi lagi karena pembangkit tenaga gas ini belum diserahterimakan juga.

Disinyalir, pemutusan kontrak antara PT PLN dengan PT Bugak sehingga daya listrik bagi masyarakat Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik tidak terpenuhi lagi.

Makanya mesin pembangkit di PLTD Sei Bilal difungsikan kembali sekaligus menambah armadanya.

Hanya saja armada atau mesin sedianya untuk pelangganya di Kabupaten Nunukan tapi direlokasi ke Tana Tidung. Pemadaman pun sulit dihindari. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here