Silaturrahmi LDII Kaltara
Cagub Kaltara nomor urut 3 Drs H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum bersilaturrahmi dengan LDII Kaltara dan kabupaten/kota

Tarakan (BERANDATIMUR.COM) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se Kaltara mengapresiasi program kerja pasangan Cavub-Cawagub Kaltara nomor urut 3 Drs H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum-Dr Yansen TP, M.Si atau ZIYAP.

Silaturrahmi Cagub Kaltara nomor urut 3 Drs H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum dengan pengurus LDII Kaltara dan kabupaten/kota secara virtual di Sekretariat LDII Tarakan pada Selasa malam, 17 Nopember 2020berlangsung penuh keakraban.

Salah seorang pengurus DPD LDII Kota Tarakan menilai program kerja paslon nomor urut 3 ini cukup bagus dari empat program unggulan yang dicanangkan tersebut. Namun perlu ditambah lagi sektor pariwisata selain pendidikan, kesehatan, perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan.

“Karena sektor pariwisata ini sifatnya berkeseinambungan dan pariwisata Kaltara memiliki potensi yang sangat besar, hanya tidak diperhatikan. Berbeda sektor lain, ada masanya akan habis,” terangnya dalam pertemuan itu.

Selama ini, sektor pariwisata sangat minim perhatian dari Pemprov Kaltara. LDII berpandangan slogan Kaltara terdepan yang kerap digaungkan selama ini tak terkoneksi secara nyata di lapangan. “Slogan Kaltara terdepan hanya khayalan saja,” cetus salah satu pengurus.

Ketua DPW LDII Kaltara H Zainuddin Al Amin mengharapkan kepada Zainal-Yansen agar lebih memperhatikan dunia pesantren jika terpilih pada Pilgub Kaltara 9 Desember 2020 mendatang.

“Program Zainal-Yansen menurut kami sangat realistis. Mudahan terealisasi,” ujarnya seraya turut mendoakan Zainal-Yansen dapat memenangkan Pilgub Kaltara 2020.

LDII Kaltara meminta paslon Zainal-Yansen memberikan bantuan peningkatan pendapatan di pesantren, insentif guru ngaji. “Kita tidak bisa membiarkan guru ngaji diabaikan, kita naikkan.
Insya Allah semua bisa terlaksana,” ujar mereka.

Menyambut aspirasi perorangan dari pengurus LDII, Zainal menuturkan bersama Yansen TP telah berkomitmen menaruh perhatian terhadap pesantren yang bagian penting dalam membangun akhlak generasi bangsa.

“Termasuk insentif guru ngaji yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Dan marbot atau pengurus masjid juga akan kita perhatikan,” katanya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here