Peringatan HUT Kabupaten Nunukan ke-20
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid membacakan teks Pancasila pada Upacara peringatan HUT Kabupaten Nunukan yang ke-2-/2019 di Jalan Lingkar Kelurahan Selisun, Sabtu (12/10)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang ke-20, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mempersembahkan empat kado istimewa yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Keempat kado istimewa yang dimakasudkan adalah peresmian Pasar Rakyat Adil Sejahtera (PARAS) Perbatasan, pemekaran dua kecamatan baru di Lumbis Ogong, pengoperasian ambulance udara bagi masyarakat di Krayan (perbatasan Indonesia dengan Negeri Sarawak Malaysia) dan peresmian Rumah Sakit Pratama di Pulau Sebatik.

Laura panggilan Bupati Nunukan saat membacakan sambutannya pada peringatan HUT Kabupaten Nunukan ke-20 menyampaikan bahwa, berbagai keberhasilan telah ditorehkan selama kepemimpinannya yang dipersembahkan khusus pada HUT 2019 ini.

Ia menceritakan awal mula digagasnya PARAS Perbatasan yang terletak di Jalan Lingkar Kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan. Keraguannya tidak bisa membangun akibat kekurangan anggaran pada APBD maka langkahnya yang dilakukan dengan mengumpulkan perusahaan yang beroperasi di daerahnya pada pertengahan 2017.

Dari situlah tercipta ide untuk memanfaatkan dana Coorperat Social Responsibility (CSR) untuk membangun pasar rakyat ini yang menelan dana sebesar Rp2 miliar lebih. Berkat sinergitas antara Pemkab Nunukan dengan puluhan perusahaan akhirnya pasar ini terbangun dengan menggunakan konsep bangunan pasar modern.

Bupati Nunukan menambahkan, pasar rajyat yang tepat berada di pinggir laut ini akan dijadikan pusat jajanan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) setempat. Hanya saja, lanjut Laura, konsep awalnya digagas dengan tiga tahap sehingga saat ini baru tahap pertama yang berhasil diluncurkan.

PARAS Perbatasan di Jalan Lingkar Kelurahan Selisun
PARAS Perbatasan

“Sebenarnya pembangunan pasar rakyat tanpa menggunakan anggaran APBD menggunakan tiga konsep dengan tiga tahap pembangunan. Tapi sekarang ini baru satu tahap dulu sesuai dengan kemampuan anggaran. Untuk tahap kedua dan ketiga akan dibangun juga khusus pedagang produk UMKM lainnya,” ujar dia.

Sedangkan kado kedua adalah pemekaran dua kecamatan di Lumbis Ogong yaitu Kecamatan Lumbis Pensiangan dan Lumbis Hulu. Kedua kecamatan baru ini telah mendapatkan kode wilayah dari Kementerian Dalam Negeri RI.

Laura menyatakan, pemekaran kedua kecamatan ini tidak terlepas dari upaya Pemkab Nunukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dan pelosok melalui peningkatan pelayanan dengan mendekatkan jangkauan.

Kedua kecamatan baru ini, berinduk di Kecamatan Lumbis Ogong. Oleh karena itu, berkat kerja sama yang baik antara semua unsur terkait di Kabupaten Nunukan sehingga kedua kecamatan ini dapat dimekarkan dengan cepat.

“Kami selalu komitmen meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat dengan memekarkan wilayah kecamatan yang sulit dijangkau selama ini, Dengan pemekaran wilayah berarti pelayanan kepada masyarakat semakin dekat,” beber dia.

Lalu, pengoperasian ambulance udara bagi masyarakat pada lima kecamatan di perbatasan Indonesia dengan Negeri Sarawak Malaysia. Ambulance udara ini kata dia, sistim pelayanan kesehatan dengan menggunakan pesawat dimana masyarakat yang hendak dirujuk ke rumah sakit terdekat dapat memanfaatkan ambuilance udara ini yang cepat dan sigap setiap saat.

Adapun pembiayaannya ditanggung oleh Pemkab Nunukan sehingga masyaraka tidak perlu terbebani masalah biaya transportasi atau angkutannya ke rumah sakit. Ambulance udara ini, menjadi program Pemkab Nunukan di bawah kepemimpinan Asmin Laura Hafid-Faridil Murad dalam menjaga kelangsungan kehidupan masyarakatnya.

Pemekaran Kecamatan Lumbis Ogong
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid (kanan) menerima kode wilayah dua kecamatan baru hasil pemekaran Lumbis Ogong disela-sela upacara peringatan HUT Kabupaten Nunukan yang ke-20/2019 di Jalan Lingkar Kelurahan Selisun, Sabtu )12/10).

Lima kecamatan di Krayan yang mendapatkan layanan ambuilance udara yaitu Krayan, Krayan Selatan, Krayan Timur, Krayan Barat dan Krayan Tengah. “Jadi ini kado ketiga yang saya persembahkan pada HUT Kabupaten Nunukan yang ke-20 tahun 2019 ini,” ucap dia.

Selanjutnya kado keempat adalah pembangunan Rumah Sakit Pratama di Pulau Sebatik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini, Keberadaan rumah sakit ini akan dilengkapi dengan tenaga medis tertutama dokter ahli dan perawat yang kapabel.

Laura mengharapkan, RS Pratama Pulau Sebatik sebagai jawaban bagi masyarakat setempat agar tidak perlu lagi berobat ke negeri jiran Malaysia. Menurut dia, RS Pratama tersebut akan dijadikan rujukan bagi masyarakat setempat sehingga jangkauan tidak jauh lagi.

Ia juga mengutarakan berbagai prestasi lain yang telah dicapai selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Nunukan Faridil Murad diantaranya beberapa kali sukses meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK secara berturut-turut. Pencapaian WTP ini membuktikan manajemen pengelolaan keuangan daerah semakin membaik dan transparan.

Prestasi lainnya adalah Pemkab Nunukan mendapatkan penghargaan kabupaten peduli olahraga dari SIWO PWI Pusat, Desa Bukit Harapan Kecamatan Sebatik Tengah sebagai desa terbaik nasional, peserta Teknologi Tepat Guna (TTG) terbaik nasional dan lain-lainnya.

Prestasi-prestasi yang dicapai ini, kata Laura, berkat kerja sama semua elemen pemerintahan dan masyarakat yang berkomitmen kuat membangun daerah sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Upacara peringatan HUT Kabupaten Nunukan yang ke-20 ini terpaksa menggunakan karpet merah pada sebagian lokasi upacara belum beraspal sehingga becek akibat diguyur hujan deras pada malam harinya.

Peresmian PARAS Perbatasan
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid menandatangani prasasti peresmian PARAS Perbatasan, Sabtu (12/10)

Catatan: Keberhasilan sebuah daerah tidak bisa diraih dengan instan atau membalikkan telapak tangan semata. Tetapi memerlukan sebuah komitmen kuat dari semua unsur pemerintahan dan masyarakat sesuai dengan bidang kerja masing-masing.

Kabupaten Nunukan yang baru berusia 20 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Bulungan pada 1999, telah empat kali berganti kepemimpinan. Mulai dari Bupati Pertama Kolonel RA Bessing, Haji Abdul Hafid Achmad-Kasmir Foret (2001-2011), Letkol (Piurn) Haji Basri-Hj Asmah Gani (2011-2016) dan sekarang Haji Asmin Laura Hafid-Faridil Murad.

Empat kali pergantian kepemimpinan ini telah memberikan warna warni terhadap pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) bagi wilayah yang berada di perbatasan negara. Sejumlah pretasi memang bukan jaminan dalam mensejahterakan masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis dan ras.

Namun lebih penting adalah inovasi dan kreatifitas bagi pemimpinnya untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks terutama ketika mengalami krisis keuangan daerahnya. Hal ini dijawab oleh Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid dengan berkreasi memanfaatkan dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang tidak diketahui juntrungannya selama ini sebelum dirinya memimpin Kabupaten Nunukan.

Padahal tidak tertutup kemungkinan jumlah besaran dana CSR sebelum kepemimpinan Bupati Nunukan sekarang sama dengan nominal yang digunakan membangun paras tradisonal di Jalan Lingkar Kelurahan Selisun tersebut.

Namun realisasinya tidak kelihatan arah sasarannya sampai sekarang. Sementara CSR perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Nunukan dua tahun terakhir mulai kelihatan dengan berdirinya pasar ini meskipun baru tahap pertama.

Pasar tradisional (rakyat) ini memang diharapkan memberikan suasana baru dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Nunukan khususnya bagi pelaku UMKM. Tetapi, Pemkab Nunukan memiliki “pekerjaan rumah (PR)” bagaimana meramaikan pasar ini ke depannya.

Sejumlah ide dari masyarakat yang peduli dengan pengembangan program Pemkab Nunukan, agar dihadirkan panggung hiburan setiap malam hari atau minimal dua kali sepekan tepatnya mala Sabtu dan malam Minggu atau istilah “Week End”.

Keberadaan panggung hiburan diyakini dapat memancing pengunjung lebih banyak untuk menikmati atau mencicipi kuliner-kuliner lokal yang disajikan oleh pelaku usaha setempat. Sebab pasar rakyat yang berkonsep pasar modern ini diharapkan benar-benar bisa menjadi pusat kunjungan bagi masyarakat yang membutuhkan hiburan dan makanan/minuman ringan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here