Warga Binaan Lapas Kelas IIB NUnukan
Warga Binaan Wanita Lapas Kelas IIB NUnukan yang aktif belajar membatik

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Lembaga Pemasyarakat Kelas IIB Nunukan Kalimantan Utara membina 94 nara pidana wanita dari total warga binaan sebanyak 1.155 orang per 31 Desember 2019 sebanyak 77,84 persen karena kasus narkoba.

Puluhan wanita binaan di lapas ini sebagian besar tersangkut kasus narkotika, sebut Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Pujiono Slamet melalui siaran tertulisnya, Rabu.

Hal ini mengalami peningkatan dibandingkan per 1 Januari 2019 dimana jumlah binaan wanita hanya 88 orang, 917 laki-laki dewasa dan sembilan anak-anak atau totalnya 1.014 orang.

“Ada peningkatan jumlah penghuni atau warga binaan berarrti ada peningkatan pelaku kejahatan di Provinsi Kaltara khususnya di Kabupaten Nunukan,” beber Pujiono.

Ia mengungkapkan, penghuni Lapas Kelas IIB Nunukan berasal dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kaltara sehingga saat ini telah kelebihan kapasitas hingga mencapai 320 orang.

Padahal, kata Pujiono, Lapas Kelas II Nunukan memiliki jumlah tempat tidur sesuai kapasitas yang sebenarnya. Namun adanya kelebihan penghuni hingga 320 orang maka kebutuhan tempat tidur tidak mencukupi lagi.

Oleh karena itu, perlu adanya solusi dari Pemerintah dengan membanfun rumah tahanan di kabupaten lain di Kaltara untuk menampung pelaku kejahatan di Kabupaten Bulungan, Tana Tidung dan Malinau.

Menurut Pujiono, dari 1.155 orang warga binaan sebagian besar tersangkut kasus narkoba yakni mencapai 899 orang atau 77,84 persen dari total penghuni per 31 Desember 2019.

Pujiono juga menyarankan, agar pelaku kejahatan tindak pidana narkotika ringan ini dilakukan rehabilitasi saja. Namun Lapas Kelas IIB Nunukan belum memilikinya karena memang belum memiliki tenaga yang mampu menanganinya.

“Lapas Nunukan belum punya SDM yang bisa menangani soal rehabilitasi penghuni kasus narkotika,” ujar dia. Padahal, Lapas Kelas IIB Nunukan yang memiliki jumlah penghuni yang mencapai ribuan orang itu membutuhkan pegawai jurusan psikologi, dokter, konselor dan lain-lainnya.

– Terapkan Layanan Berbasis IT

Mulai 2020, Lapas Kelas IIB Nunukan akan menerapkan pelayanan berbasis IT mulai 2020 dengan tujuan mempermudah akses bagi keluarga dan warga binaan sendiri.

Hal ini disampaikan Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Pujono Slamet bahwa kesiapan pelayanan berbasis IT ini telah menerima perangkatnya dari Pemkab Nunukan berupa satelit.

Warga Binaan Lapas Kelas IIB NUnukan
Perangkat IT bantuan Pemkab NUnukan kepada Lapas Kelas IIB Nunukan untuk mempermudah pelayanan kepada warga binaan dan keluarganya

Ia mengatakan, melalui pelayanan berbasis IT ini dapat mempermudah akses bagi warga binaan maupun keluarganya untuk mengetahui kondisi dan
aktivitasnya selama menjadi penghuni Lapas Kelas IIB Nunkan.

“Keluarganya bisa mengetahui kondisi warga binaan selama dalam Lapas Kelas IIB Nunukan baik kondisinya, aktivitas maupun waktu pembebasannya.
Kemudian sejauhmana proses pelayanan yang diperoleh oleh warga binaan,” ujar Pujiono.

Untuk memaksimalkan perwujudan program ini, Lapas Kelas IIB Nunukan telah mengambil semua sidik jari warga binaannya termasuk keluarganya yang
membesuk, nantinya.

Melalui server yang dipasang pada beberapa titik dalam area lapas itu, warga binaan bisa mengetahui semua pelayanan yang telah dan bakal diterimanya serta
agenda dan kegiatan yang harus dilakukannya.

Pujiono menyatakan, warga binaan juga akan mengetahui secara langsung hukuman yang harus dijalani, remisi yang diperoleh dan waktu pembebasannya.
“Semuanya akan tercover dalam server ini,” kata dia.

Seperangkat alat IT berbentuk satelit ini diterima dari Pemkab Nunukan pada 31 Desember 2019. Langkah ini ditempuh oleh Lapas Kelas IIB Nunukan untuk
memberikan pelayanan yang prima bagi warga binaan dan keluarganya.

Ke depannya, kata Pujiono, Lapas Kelas IIB Nunukan akan lebih fokus pada pada aspek pembinaan walaupun ketersediaan sumber daya yang dimilikinya belum
memadai. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here