Upacara HUT RI ke-75
Suasana upacara peringatan HUT RI ke-75 di sekolah anak TKI CLC Yasinta Keningau, Sabah Malaysia, Senin (17/8)

Kota Kinabalu (BERANDATIMUR.COM) – Anak-anak WNI yang lahir dan besar di negara jiran Malaysia karena kedua orangtuanya mencari nafkah di Negeri Sabah perlu meningkatkan rasa nasionalsimenya.

Khawatir pemahaman terhadap negara asal kedua orangtuanya sudah dilupakan, maka salah satu upaya yang dilakukan dengan memperingati HUT RI ke-75 meskipun di tengah pandemi COVID-19 dengan berbagai larangan dan anjuran.

Meskipun ada anjuran dari Pemerintah Malaysia agar tidak melakukan kegiatan yang mengundang banyak orang dan menimbulkan kerumunan, tetapi ada juga sekolah anak TKI atau Community Learning Center (CLC) yang nekad memperingati HUT Kemederkaan RI ke-75 dengan upacara tanpa pengibaran bendera merah putih.

Hal ini dilakukannya sebagai kepatuhan terhadap anjuran Pemerintah Malaysia, namun tekad menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap anak-anak TKI tetap tinggi demi NKRI.

Baca juga

Seperti yang dilakukan di CLC United Malacca 1&2 yang terletak di Batu 38 Nabawan, Keningau Negeri Sabah. Melalui Pengelolanya, Nurmawati,S.E via sambungan telepon, Senin, 17 Agustus 2020 menuturkan, upacara peringatan HUT RI ke-75 ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa nasionalsime bagi anak-anak muridnya yang sebagian besar lahir dan besar di Malaysia mengikuti kedua orangtuanya yang bekerja di negara itu.

Peringatan HUT RI ke-75 di Malaysia
Upacara peringatan HUT RI ke-75 di sekolah anak TKI CLC United Malacca 1&2 Keningau, Senin (17/8)

“Hanya dengan upacara HUT RI ke-75 ini pak saya bisa menumbuhkan rasa nasionalisme anak-anak di CLC United Melaca 1&2. Karena khawatir mereka tidak tahu lagi negara asal orangtuanya karena tidak pernah melihat kegiatan yang bernuansa Indonesia,” ujar Numawati.

Ia menegaskan, meskipun ada anjuran tidak melaksanakan upacara dengan mengumpulkan orang tetapi atas izin pihak perusahaan lokasi sekolahnya maka dengan senang hati melaksanakan upacara tanpa pengibaran bendera merah putih. Tetapi menyanyikan lagu Indonesia Raya tetap ada sehingga anak-anak semangat mengikutinya.

“Saya laksanakan upacara tanpa pengibaran bendera merah putih untuk mengingatkan muridn-murid yang sebagian besar lahir disini (Malaysia) bahwa beginilah Indonesia dengan hari kemerdekaannya. Saya mau tunjukkan nasionalisme dan patriotismenya,” ujar ibu paruh baya ini.

Baca juga

Pada upacara HUT RI ke-75 ini, hanya dilakukan pembentangan bendera merah putih oleh murid-muridnya yang telah ditunjuk sebelumnya sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Begitu juga dengan anak-anak TKI yang menuntut ilmu di CLC Ladang Abedon Kretam, Kinabatangan 1. Jumlah muridnya sebanyak 111 orang untuk jenjang SD dan 18 siswa SMP.

Melalui seorang gurunya, Jumardi menyatakan, upacara peringatan HUT RI ke-75 di sekolahnya digelar sangat sederhana dengan hanya membentangkan bendera merah putih saja. Hal ini dilakukan, untuk mematuhi anjuran Pemerintah Malaysia dimana masih dalan suasana pandemi COVID-19.

Upacara peringatan HUT RI ke-75 di Malaysia
Upacara HUT RI ke-75 di Ladang Abedon Kretam Kinabantangan 1, Senin (17/8)

Kondisi peringatan HUT RI ke-75 di Negeri Sabah dibenarkan oleh Koordinator Penghubung CLC Wilayah Kerja Sandakan dan Kinabatangan 1, Arif Purnawan. Ia mengungkapkan, sejumlah sekolah anak TKI di wilayahnya berniat memperingati HUT RI ke-75 dnegan berbagai lomba, tetapi batal dilakukan karena adanya anjuran Pemerintah Malaysia.

Memang, kata dia, awalnya banyak CLC yanag hendak melakukan kegiatan-kegiatan memeriahkan HUT RI ke-75 di Negeri Sabah tetapi tidak dibenarkan oleh perusahaan karena adanya anjuran Pemerintah Malaysia.

“Ada sekolah yang mau gelar konvoi dengan keliling ladang perusahaan membawa bendera merah putih tapi dibatalkan karena ada larangan,” ujar Arif melalui sambungan telepon, Senin.

Berbeda dengan CLC Yasinta satu gugus dengan CLC United Malacca 1&2 Nabawan, sekolah anak TKI ini menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 dengan tetap mengibarkan bendera merah putih. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here