Kuasa Hukum Tersangka Konsultan Proyek Pengadaan Air Bersih Ile Boleng
Kuasa hukum tersangka Konsultan Proyek Air Bersih Ile Boleng, Akhmad Bumi, SH

Larantuka (BERANDATIMUR.COM) – Konsultan perencana proyek air bersih SPAM IKK Ile Boleng akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri Larantuka pada Senin, 11 Januari 2021 setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka bersama pejabat pembuat komitmen (PPK) dan rekanan.

Penahanan ini dipertanyakan oleh Kuasa Hukum tersangka perihal legalitas dan profesionalitas tim audit dari Inspektorat Kabupaten Flores Timur.

Akhmad Bumi, SH selaku kuasa hukum tersangka ini pada Selasa, 12 Januari 2021 mengancam menempuh jalur hukum sesuai KUHP setelah mengkaji bersama tim hukum karena menilai legalitas audit Inspektorat Flotim dipertanyakan.

“Kami berencana mengambil langkah hukum apakah itu pidana atau perdata terhadap hasil audit Inspektorat Flotim,” ucap dia.

Ia menyatakan tetap menghormati proses hukum yang berjalan di Kejaksaan Negeri Larantuka. Tetapi, tetap akan melakukan langkah-langkah hukum untuk mendapatkan keadilan.

Pasalnya, dia katakan kliennya tidak bertanggungjawab atas pekerjaan di sumber mata air Wai Mawu itu.

“Ya, konsultan perencana dalam proyek air Ile Boleng ditahan hari ini 11 Januari 2021. Kita hormati proses hukum yang dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Flores Timur,” ujar dia.

Langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah mengajukan permohonan penangguhan penahanan dalam waktu dekat ini. Sebab kliennya diakui, tidak bertanggungjawab atas pekerjaan air di Wai Mawu, Desa Hokohorowura Kecamatan adonara Tengah tersebut.

“Perencanaan klien kami terkait mata air Waigeka, Desa Lite, Kecamatan Adonara Tengah, bukan di Wai Mawu, Desa Hokohowura,” tandas Akhmad Bumi.

Ia menjelaskan, hasil dari produk perencanaan kliennya telah digunakan dalam pelelangan proyek tersebut yang dimenangkan oleh kontraktor pelaksana PT GNA dengan nilai penawaran Rp8 milyar lebih.

Berita acara serah terima produk perencanaan telah diterima dengan Nomor DPU.Pen.RU.602/141.k/PR-CK/2018 tanggal 21 Mei 2018. Berita acara ini ditandatangani oleh PPK Yohanes Juan Fernandes, tersangka selaku kepala perwakilan PT Muara Consult dan tim pemeriksa Gabriel Gago Kerans, Alex Marcel dan Philipus De Rosari.

Akhmad Bumi juga mempertanyakan audit yang dilakukan oleh Tim Audit Inspektorat Kabupaten Flores Timur.

“Jika hasil pekerjaan perencanaan oleh klien kami di Waigeka, Desa Lite yang sudah diserahterimakan tersebut kemudian oleh inspektorat dihitung sebagai kerugian negara maka legalitas dan profesionalitas tim audit dari inspektorat dipertanyakan,” ungkap dia.

Bahkan dia tegaskan akan mengkaji kembali hasil audit Inspektorat Flores Timur secara cermat dan detail untuk mengambil langkah-langkah hukum berikutnya.

“Tidak menutup kemungkinan akan diajukan proses hukum baik pidana maupun perdata. Tim hukum akan mengkaji hasil audit Inspektorat terkait proyek tersebut secara cermat dan detail,” tegas Akhmad Bumi. (*)

Penulis: Fan Lalewang
Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here