Kerusakan Mesin Pembangkit, Alasan PLN Padamkan Listrik di Nunukan

0
427

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – PT PLN beralasan pemadaman listrik di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara akhir-akhir ini akibat kerusakan mesin pembangkit di Gardu Induk PLTD Sei Bilal Kelurahan Nunukan Barat.

Rachmad Adi Widodo, Manajer PT PLan Nunukan, Sabtu menyatakan, kerusakan yanh dialami mesin pembangkit di PLTD Sei Bilal saat ini sedang dalam perbaikan.

“Ada onderdil salah satu mesin di PLTD Sei Bilal yang rusak. Sementara alatnya itu tidak tersedia sehingga butuh waktu,” ujar Rachmad.

Ia berharap perkakas yang mengalami down tersebut dalam waktu dekat ini segera didatangkan untuk dilakukan pemasangan.

Akibat adanya kerusakan pada salah satu mesin itulah maka PT PLN mengambil langkah pendistribusian daya kepada pelanggan secara bergantian.

Menyinggung soal PLTMG Sebaung sendiri yang menyuplai daya listrik di Kabupaten Nunukan kayaknya tidak menjalin kerja sama lagi dengan PT PLN.

Rachmat menyatakan, pihaknya terus melakukan langkah cepat perbaikan mesin pembangkit yang mengalami kerusakan agar tidak terjadi lagi pemadaman bergilir.

Apalagi, kata dia, tiga mesin pembangkit segera tiba di Pulau Sebatik untuk membantu pasokan daya listrik di pulau yang berbatasan dengan Malaysia ini.

Seperti yang diutarakan Hendra Irawan, Manajer UP3 PLN Berau, sampai saat belum ada serah terima dari perusahaan yang mengelolanya.

Untuk itu, dia isyaratkan tidak mengharapkan lagi pasokan listrik dari PLTMG Sebaung untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggannya di Kabupaten Nunukan.

Datangkan tiga unit mesin PLTD dari Balikpapan

PT PLN Berau Kalimantan Timur yang membawahi wilayah Kabupaten Nunukan mendatangkan tiga unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ditempatkan di Pulau Sebatik.

Hal ini dikatakan, Manajer UP3 Berau, Hendra Irawan di Nunukan, Sabtu bahwa tiga unit mesin yang sedang dalam perjalanan ini didatangkan dari Balikapapan Kalimantan Timur.

Ketiga unit mesin PLTD tersebut untuk ditempatkan di Pulau Sebatik sebagai bentuk perhatian PT PLN mengurangi krisis listrik di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Hendra menjelaskan, ketiga unit mesin pembangkit ini memang bukan baru tetapi sangat layak untuk memasok tenaga listrik di Kabupaten Nunukan.

Sebelumnya memang, PT PLN merelokasi mesin pembangkit yang ada di Kabupaten Nunukan ke Kabupaten Tana Tidung akibat daya listrik di daerah itu sangat kurang.

Oleh karena itu, untuk menutupi kekurangan daya listrik di Kabupaten Nunukan pihaknya mendatangkan ketiga mesin pembangkit itu.

“Ketiga mesin pembangkit tersebut sudah dalam perjalanan dari Balikpapan ke Pulau Sebatik,” ujar Hendra saat ditemui di Hotel Lenfin usai bertemu dengan Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid.

Adapun kekuatan daya dari ketiga mesin pembangkit ini masing-masing 1000 mega watt. Jadi total daya dari ketiga mesin ini sebanyak 3×1000 mega watt.

Hendra berharap keberadaan ketiga mesin pembangkit tersebut segera dioperasikan dalam rangka mengantisipasi pemadaman listrik yang telah berlangsung akhir-akhir ini di Kabupaten Nunukan.

Ia juga membantah pemadaman listrik di Kabupaten Nunukan akhir-akhir ini karena PT PLN sengaja merelokasi mesin pembangkit ke KTT. (***)

Catatan: Krisis daya yang menyebabkan pemadaman secara bergiliran sejak beberapa bulan terakhir telah menjadi perhatian PT PLN.

Mengingat masyarakat di wilayah perbatasan RI-Malaysia mengeluhkan pemadaman listrik yang tiada henti. Walaupun sebelumnya PT PLN telah pernah berjanji tidak akan ada pemadaman lagi.

Namun adanya relokasi mesin pembangkit yang ada di Kabupaten Nunukan ke Kabupaten Tana Tidung maka pemadaman terpaksa terjadi lagi. Dengan alasan Kabupaten Nunukan telah kelebihan daya listrik.

Hanya berselang beberapa hari saja pasca relokasi satu unit mesin pembangkit ke Tana Tidung maka pemadaman itu terjadi kembali. Alasannya, salah satu mesin pembangkit yang ada di PLTD Sei Bilal mengalami kerusakan.

Manajer baru PT PLN Ranting Nunukan, Rachmad menyatakan, kerusakan itu ditemukan pada saat dilakukan pemeliharaan rutin.

Sementara onderdil yang rusak tersebut tidak ada cadangannya di Kantor PT PLN Ranting Nunukan.

Oleh karena itu alat tersebut harus diorder dengan jangka waktu yang cukup lama. Tetapi informasi yang diperoleh dari PT PLN setempat alat yang diorder itu telah tiba di Kabupaten Nunukan.

Pemasangannya sedang dalam proses maka diharapkan setelah perbaikan tidak terjadi lagi pemadaman listrik.

Bagaimana nasib PLTMG Sebaung yang dikelola oleh PT Bugak yang diharapkan menyuplai daya listrik bagi masyarakat Nunukan.

Kelihatannya bangunan megah dengan mesin pembangkit yang dinilai cukup prestisius itu hanya kenangan belaka.

Dikatakan memiliki kemampuan suplai daya yang cukup besar sebagai solusi mengatasi krisis listrik di Kabupaten Nunukan ternyata tidak terbukti.

Pemadaman listrik tetap berlangsung dengan alasan klasik juga adanya mesin yang tidak beroperasi.

Namun Manajer UP3 PT PLN Berau, Hendra Irawan mengaku, sampai sekarang PLTMG Sebaung sendiri belum diserahkan pengelolaannya kepada PT PLN.

Apa macam oooohhhh PLTMG Sebaung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here