Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Provinsi Kalimantan Utara mendapatkan dana pusat melalui APBN 2019 untuk merehabilitasi 1.500 rumah warga kurang mampu.

Program bantuan rehabilitasi rumah ini sebagai kelanjutan tahun sebelumnya. Tahun 2019 ini juga Pemerintah Kaltara melalui APBD juga merehabilitasi 440 unit rumah warga.

Oleh karena itu, total rumah warga kurang mampu yang akan direhabilitasi sebanyak 1.950 buah yang tersebar pada empat kabupaten.

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie melalui pesan tertulisnya, Rabu (8/5) menjelaskan, untuk dana yang bersumber dari APBN diberi nama Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2019.

Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait lokasi-lokasi rumah yang akan direhabilitasi.

“Melalui program BSPS yang didanai pemerintah lewat APBN, tahun ini untuk Kaltara mendapat alokasi sebanyak 2.500 unit. Sementara, program rehab rumah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara 2019 akan digunakan untuk merehab sebanyak 440 unit,” sebut dia.

Sekaitan dengan program ini, sejak program ini dijalankan hingga akhir 2019 ini rumah warga kurang mampu yang telah direhabilitasi telah mencapai 10.000 unit.

Ia menjelaskan, untuk rehabilitasi rumah yang menggunakan dana APBD Kaltara, masih dalam tahap verifikasi. Hal ini perlu dilakukan, agar lokasi rumah dan desa yang mendapatkan alokasi dana rehabilitasi antara APBN dan APBD tidak tumpang tindih.

Kriteria rumah warga kurang mampu yang mendapatkan bantuan stimulan ini telah ditentukan.

Adapun alokasi anggaran dari APBN untuk program ini sebesar Rp30 miliar untuk seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kaltara.

Sedangkan dana APBD Kaltara bagi 440 unit rumah masing-masing mendapatkan Rp10 juta hingga Rp15 juta setiap kepala keluarga atau disesuaikan dengan tingkat kerusakannya.

Irianto menambahkan, melalui program ini pemerintah memberikan bantuan stimulan untuk pembangunan atau peningkatan kualitas rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

MBR ini adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli, sehingga perlu mendapatkan dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah yang layak. (***)

Editor : M Rusman
Sumber: Humas Kaltara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here