Dr Andhika Yuli Rimbawan, SH, MH, Dosen di Univ Patria Artha dan Pengamat Hukum PUKAT

Oleh: Dr. Andhika Yuli Rimbawan, S.H, M.H

Provinsi Kalimantan Utara yang terbentuk pada 2012 dengan pusat pemerintahannya di Tanjung Selor, berada pada posisi yang strategis karena berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Untuk masa yang akan datang, bakal menjadi penyangga Ibu Kota Negara jika di pindahkan di Provinsi Kalimantan Timur.

Banyak alur sungai besar yang menjadi sarana transportasi sampai ke pelosok daerah, penduduknya pun termasuk heterogen karena terdiri dari berbagai suku.

Berdasarkan kondisi tersebut, butuh sosok pemimpin baru yang berkarakter keras dan kuat dalam bekerja karena merupakan daerah perbatasan antar negara, lembut dalam menghadapi masyarakat dan permasalahannya dalam mencari solusinya.

Selain itu, Kaltara membutuhkan pemimpin yang lentur dalam bergaul dengan rakyat yang heterogen dan tidak membeda-bedakan suku, tipis jarak antara pemimpin dengan yang dipimpin maupun dengan rakyatnya sehingga paham betul apa yang dibutuhkan demi kesejahteraan rakyat Kalimantan Utara.

Geografis daerah Provinsi Kalimantan Utara yang banyak aliran sungai dan hutan, dibutuhkan pemimpin yang bisa langsung terjun ke lapangan. Bukan hanya menerima laporan dari belakang meja agar aspirasi dan kebutuhan serta permasalahan dikalangan rakyat dapat segera ditindaklanjuti.

Butuh sosok yang mau dan peduli yang berhadapan dengan rakyat secara langsung. Sosok tersebut ada pada Zainal Arifin Paliwang Calon Gubernur Kalimantan Utara, dengan pengalaman teritorial yang dimiliki sebagai mantan Wakapolda Kalimantan Utara dan beberapa kali menjabat Kapolres di Pulau Jawa. Pengalamannya ini, diyakini mampu mengetahui seluk beluk permasalahan yang dihadapi masyarakat dari desa sampai dengan kota untuk dicarikan solusinya.

Tagline “Membangun Desa Menata Kota” adalah gambaran bahwa pemerataan pembangunan baik secara fisik maupun sumber daya manusia serta infrastruktur tidak hanya di kota semata, tetapi juga harus merata sampai ke pelosok daerah atau desa.

Hal ini mungkin didapatkan beliau ketika bertugas sebagai Wakapolda Kalimantan Utara masih ada ketimpangan yang terjadi antara kota dan desa, sehingga perlu adannya perubahan yang signifikan.

Adanya rekomendasi partai pengusung dari seperti PDI-P, Gerindra, Demokrat, PPP, PKPI dan Gelora membuktikan bahwa para elit politik tingkat pusat memiliki pertimbangan khusus dan memberikan kepercayaan untuk menjadi Caon Gubernur Provinsi Kalimantan Utara. Inilah sinyal kuat dukungan dari pemimpin pusat sudah bisa dibaca dari rekomendasi yang di berikan.

Rekomendasi yang diberikan partai pengusung tentunya tidak serta merta, pasti sudah melalui proses yang panjang dan penelusuran rekam jejak serta survei lapangan yang detail dan rinci. Sehingga ketika seseorang diberikan kepercayaan untuk diusung menjadi calon kepala daerah, pasti calon tersebut mempunyai basis massa yang kuat, kapabilitas dalam memimpin serta dapat dipercaya. Pemimpin yang dapat dipercaya ini yang semakin langka sekarang.(*)

Penulis: Pengamat Hukum PUKAT (Pusat Kajian Anti Korupsi) Universitas Patria Artha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here