Isu Pungli Perawatan Mayat Beredar di Medsos, Bagaimana Tanggapan RSUD dr Hendrikus Fernandes Larantuka

0
244
Isu Pungli di RSUD dr Hendrikus Fernandes Larantuka
Direktur RSUD dr Hendrikus Fernandes Larantuka Kabupaten Flores Timur, Dr Yosep Kopong Daten

Flores Timur (BERANDATIMUR.COM) – Isu pungutan liar (pungli) terhadap biaya perawatan mayat ditanggapi oleh pihak RSUD dr Hendrikus Fernandes Larantuka Kabupaten Flores Timur NTT.

Direktur RSUD dr Hendrikus Fernandes Larantuka Kabupaten Flores Timur, dr Yosep Kopong Daten menjelaskan bahwa isu adanya pembayaran ongkos mandi mayat oleh keluarga korban sebesar Rp500.000 kepada RSUD tersebut adalah tidak benar. Sebab, besaran pembayaran pelayanan mayat telah ditentukan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019.

Perda Nomor 10/2019 ini merupakan Perubahan Ketiga Atas Perda Nomor 12/2011 tentang Retribusi Jasa Umum di Kabupaten Flores Timur.

Pada Senin, 9 Desember 2019, dia menanggapi tulisan warga di daerah itu di media sosial FB bernama Yamin Lewar dengan akun Rajawali Solor yang menyebutkan tarif perawatan mayat di RSUD dr Hendrikus Fernandes sebesar Rp500.000 tersebut adalah tidak benar alias hoax.

Yosep menegaskan, masyarakat daerah itu perlu ketahui bahwa sesuai ketentuan dalam Perda Nomor 10 Tahun 2019 tarif yang wajib dibayar oleh keluarga sebesar Rp545.616.

Biaya itu terdiri dari perawatan jenazah Rp25.000, pengawetan Rp201.000, harga obat-obatan Rp290.616 ditambah 10 persen untuk retribusi pemakaian bahan dan atau bahan bekas pakai.

Jadi total yang wajib dibayar oleh keluarga pasien sebesar Rp545.616. “Pembayaran Rp500.000 itu bukan hanya untuk biaya memandikan mayat saja tapi sudah total keseluruhannya termasuk obat-obatan dan retribusi pemakaian bahan,” beber dia.

Oleh karena itu, Yosep menilai, isu yang disebar melalui grup media sosial oleh masyarakat di Kabupaten Flores Timur adalah tidak benar. Sementara, Pemkab Flores Timur telah berkomitmen memberantas pungli.

Namun dia tidak menyangkal adanya isu dugaan pungli di RSUD dr Hendrikus Fernandes. Hanya saja, isu itu tidak ditemukan kebenarannya karena perihal besaran pembayaran telah ditetapkan dalam sebuah perda.

“Isu yang beredar bahwa ada pembayaran memandikan mayat 500.000 rupiah oleh keluarga korban tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Yosep.

Ia menegaskan, pihak RSUD dr Hendrikus Fernandes tidak pernah menarik biaya terhadap pasien atau keluarganya di luar ketentuan yang berlaku.

RSUD dr Hendrikus Fernandes Flores Timur kata Yosep, senantiasa menjaga komitmen tidak membebani biaya kepada keluarga pasien di luar ketentuan yang berlaku. (*)

Penulis: Fun L
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here