Jalur Utama Krayan Barat-Krayan Selatan Rusak Parah
Salah satu jembatan yang rusak parah perlintasan dari Krayan Barat menuju Krayan Selatan terpaksa dikerjakan oleh masyarakat secara gotong royong. (Sumber: Grup FB Halo Kaltara)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Tidak adanya perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Krayan Kabupaten Nunukan terkait kelayakan infrastruktur jalan menjadikan warga bergotong royong memperbaikinya.

Perbaikan yang dilakukan warga bersama aparat dari Satgas Pamtas TNI AD dengan menggunakan alat berat dengan swadaya.

Berawal dari postingan warga di grup media sosial (medsos) facebook HALO KALTARA terkait kondisi jalanan yang sangat memprihatinkan ini karena jalur utama pada empat kecamatan di wilayah itu mengalami rusak parah ditambah jembatan yang putus.

Dalam postingan tertanggal Rabu, 16 September 2020 tersebut tertulis, ruas jalan dari Kecamatan Krayan Barat hingga Krayan Selatan dari Desa Lembudud hingga Desa Long Layu sepanjang 30 kilo meter sedang rusak parah. Jalan dan jembatan yang terbuat dari kayu bulat tersebut terpaksa diperbaiki dengan susah payah secara swadaya tenaga masyarakat setempat.

Pemberitaan Humas terkait pencapaian Pemerintah Kaltara adalah kebohongan untuk pencitraan seolah Irianto Lambrie berhasil sebagai Gubernur Provinsi Kaltara. Ini sangat bertolak belakang jika dilihat dari kenyataan di lapangan dan diukur dengan penderitaan yang dirasakan masyarakat Krayan.

Kondisi keuangan APBD Provinsi Kaltara juga tidak digunakan optimal untuk kepentingan masyarakat umum, bahkan tidak ada anggaran pemeliharaan jalan apalagi peningkatan jalan dan pembangunan jembatan. Padahal, sangat besar biaya untuk Gubernur perjalanan dinas tidak penting dan plesiren ke luar negeri yang tidak bermanfaat bagi warga Kaltara.

Jalur utama yang rusak parah
Kendaraan milik warga tidak bisa melintas karena salah satu jembatan kayu dari Krayan Barat menuju Krayan Selatan rusak parah. (Sumber: Foto Grup FB Halo Kaltara)

Anggaran APBD sangat besar sekira 55 miliar dialokasikan untuk angaran Humas yang hanya untuk peliputan seremonial dan berisi informasi sesat demi pencitraan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie yang hanya indah dalam berita tapi tidak dirasakan masyarakat Kaltara yang memilihnya sebagai pemegang mandat Gubernur Kaltara pasa Pilgub 2015 lalu.

Semoga apa yang dilaporkan ini dapat membuka mata dan hati rakyat menilainya terkait kinerja Irianto Lambrie selama memimpin Kaltara sekitar 8 tahun dan tidak disesatkan oleh informasi dari Humas yang banyak mengklaim kinerja Pemerintah Pusat seolah keberhasilan Irianto Lambrie.

Sekaitan dengan postingan ini bahwa tidak ada perhatian Pemprov Kaltara ini terhadap kondisi jalanan di wilayah Krayan, dibenarkan oleh anggota DPRD Kaltara, Yakup Palung pada Kamis, 17 September 2020. Melalui sambungan telepon, dia mengatakan, jalan lintas utama pada empat kecamatan kondisinya sangat memprihatinkan tanpa adanya perhatian selama ini.

“Memang benar postingan warga itu bahwa kondisi jalanan lintas empat kecamatan sangat memprihatinkan akibat tidak adanya perhatian Pemprov Kaltara,”

kata dia. Jalur dari Krayan menuju Kecamatan Krayan Selatan melintasi Kecamatan Krayan Barat dan Krayan Tengah ini baru sekira 2,3 kilo meter yang diaspal atas biaya APBD Provinsi Kaltara.

Sedangkan jalur utama pada empat kecamatan tersebut sepanjang 80 kilo meter dengan tujuh jembatan yang rusak parah. Legislator PDIP ini mengungkapkan, setiap pembahasan anggaran telah mengajukan agar jalanan ini diaspal atau jembatan yang terbuat dari kayu itu diperbaiki tetapi tidak pernah digubris.

Padahal, jalanan ini merupakan jalur utama masyarakat di wilayah perbatasan dan sangat penting bagi keempat kecamatan ini untuk lalu lintas orang dan distribusi hasil pertanian maupun perkebunan, terang Yakup dari Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.

Selaku wakil rakyat yang berdomisili di wilayah ini, mengaku sangat memahami kebutuhan masyarakat terutama infrastruktur jalan dan jembatan. Hanya saja, kondisi jalanan pada jalur ini terkesan tidak diperhatikan oleh Pemprov Kaltara maka masyarakat bersama TNI AD bergotong royong memperbaikinya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here