Debat Publik Cabup-Cawabup Nunukan
Ketua KPU NUnukan, Rahman (Kanan) didampingi komisioner Mardi Gunawan, Senin (15/11)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Debat publik pilkada Bupati-Wakil Bupati Nunukan akan digelar Minggu malam, 22 Nopember 2020, siapakah moderator yang direkrut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan?

Hingga saat ini, KPU Nunukan masih merahasiakan identitasnya dengan alasan menghindari image negatif yang diarahkan kepada penyelenggara pemilu ini terkait netralitasnya. Namun, Ketua KPU Nunukan, Rahman mengatakan sosok moderator yang akan memandu debat publik tersebut dari pakar politik dan pemerintahan.

“Yang jelasnya moderatornya ahli pada bidang sosial politik dan selama ini sudah sering menjadi moderator pada setiap ajang debat kepala daerah di Indonesia,” ucap dia di kantornya, Senin, 15 Nopember 2020.

Meskipun sempat ditanya berkali-kali sekaitan identitas moderator tersebut, Rahman tetap tak bergeming untuk menyebutkannya. Hanya sedikit membocorkan bahwa asal perguruan tingginya adalah Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Merekrut moderator dari perguruan tinggi di Pulau Jawa, bukan berarti tidak ada akademisi yang kompeten di Kaltara. Cuma, KPU Nunukan mengantisipasi agar sosok moderator ini tidak punya hubungan emosional atau kekerabatan dengan kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan.

“Sebenarnya banyak sosok akademisi di Kaltara ini yang punya kemampuan akademik soal sosial politik dan pemerintahan. Tapi kami dari KPU selalu menghindari hal-hal yang bisa terjadi,” terang Rahman.

Ia juga menyatakan moderator debat publik pemilihan Bupati-Wakil Bupati Nunukan ini tidak diragukan kapasitas dan kapabilitasnya dalam memandu acara debat. Sebab akademisi ini sangat berpengalaman sehingga tidak meragukan lagi.

Rahman juga berniat mempertemukan moderator ini dengan kedua pasangan Cabup-Cawabup Nunukan sebelum digelar debat publik. “Kami akan mempertemukan moderator ini dengan kedua paslon,” ungkap dia.

Pertemuan ini akan dihelat dalam satu tempat secara bersamaan yang difasilitasi oleh KPU Nunukan. “Memang sempat ada yang menyarankan supaya pertemuan moderator dengan paslon secara terpisah. Artinya masing-masing paslon bukan sekaligus, tapi khawatir ada lagi persepsi negatif jika prosedur itu dilakukan,” ungkap Rahman menerangkan.

Oleh karena itu, Rahman menegaskan pertemuan tersebut akan dilakukan dengan menghadirkan langsung kedua paslon secara bersamaan dalam satu ruangan.

“Nanti itu, KPU Nunukan akan mempertemukan moderator dari UGM ini dengan semua paslon (Cabup-Cawabup) dalam satu ruangan. Ini kami lakukan agar tidak ada pandangan negatif kepada penyelenggara (KPU Nunukan) bahwa memihak salah satu paslon,” ulang Ketua KPU Nunukan ini didampingi Mardi Gunawan seorang komisioner KPU Nunukan lainnya.

Kemudian materi yang disajikan pada debat itu nantinya sesuai ketentuan dalam Peraturan KPU Nomor 13/2020. “Ada 7 tema debat publik pilkada ini,” beber dia.

Hanya saja, KPU Nunukan tidak memilah-milah materi tersebut karena debat hanya dilakukan satu kali. “Materi itu nantinya dibahas sekaligus dalam debat, mungkin juga ada materi yang tidak didebatkan oleh kedua paslon. Mekanismenya masih dibahas oleh komisioner,” kata dia.

“Ketujuh materi debat itu bisa saja disajikan sekaligus,” ungkap Rahman lagi. Pada dasarnya, KPU Nunukan akan menyatukan materi itu dikaitkan dengan letak geografis Kabupaten Nunukan yang berada di wilayah perbatasan.

Debat publik akan diikuti dua pasangan Cabup-Cawabup Nunukan yang akan bertarung pada pillada serentak 2020 ini. Yaitu Hj Asmin Laura, SE, MM-H Hanafiah, SE, M.Si sebagai paslon nomor urut 1 dan H Danni Iskandar-H Muhammad Nasir, SPi, MM sebagai nomor urut 2. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here