Perekonomian Indonesia Naik Peringkat Dunia
Sumber foto: Google

Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Sebuah lembaga think-tank asal Amerika Serikat (AS) Centre for Economics and Business Research (CEBR) meramalkan Indonesia akan naik peringkat dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2035. Bahkan bakal mengalahkan Korea Selatan.

Laporan World Economic League Table (WELT) yang dirilis CEBR pada Sabtum 26 Desember 2020, pada 2035 ekonomi Indonesia akan berada pada peringkat ke-8 terbesar. Bahkan, mengalahkan Brasil, Rusia, Korea Selatan, Kanada, Spanyol, Italia, dan Australia, yang berada di peringkat 9 hingga 15.

CEBR memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh rata-rata 5,4 persen per tahun antara 2021-2025, walau sedikit melambat menjadi 5,3 persen per tahun antara 2026-2035.

“Sebelumnya kami memprediksi Indonesia akan naik dari peringkat 16 pada 2019 ke peringkat 11 pada 2034. Namun dengan ekonomi Eropa yang melambat terdampak pandemi, sekarang kami memprediksi Indonesia berada pada peringkat 8 ekonomi terbesar di dunia pada 2035,” tulis laporan tersebut dikutip dari Katadata.co.id pada Senin, 28 Desember 2020.

Dari laporan tersebut, Indonesia mampu menangani kondisi pandemi COVID-19 relatif efisien dengan hanya menganggarkan sekitar 4,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk mendorong ekonomi yang terpukul. Namun ekonomi masih menghadapi kontraksi tahun ini sekitar 1,5 persen.

Hilangnya pendapatan pajak dan besarnya belanja terkait COVID-19 menyebabkan utang pemerintah naik hingga 39 persen dari PDB pada 2021.

“Itu sepuluh persen lebih tinggi dari yang kami prediksi setahun lalu,” tulis laporan CEBR.

Meski demikian, sebelum pandemi ada beberapa capaian penting ekonomi Indonesia yang disorot laporan ini. Salah satunya yaitu capaian pengentasan kemiskinan, dengan tingkat kemiskinan ekstrim turun hingga separuh sejak 2020.

Walaupun saat ini masih ada sekitar 27 juta penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan dan perencanaan perekonomian pemerintah menargetkan untuk lebih menurunkan angka ini, termasuk dari dampak virus korona.

Sementara itu di posisi teratas, Tiongkok diprediksi akan menggeser posisi Amerika Serikat (AS) sebagai perekonomian terbesar di dunia pada 2035. Faktor penanganan pandemi COVID-19 oleh Tiongkok lebih baik dibandingkan AS menjadi penyebabnya.

“Selama beberapa waktu, tema besar ekonomi global berfokus pada persaingan ekonomi dan pengaruh antara AS dan Tiongkok. Pandemi COVID-19 yang diikuti dengan kejatuhan ekonomi dunia membuat kondisinya menguntungkan Tiongkok,” tulis laporan tersebut.

CEBR menyebut manajemen pandemi Tiongkok yang sangat baik, dengan penguncian (lockdown) wilayah sejak awal pandemi, dibarengi dengan rontoknya perekonomian negara-negara barat, menjadikan kinerja ekonomi Tiongkok relatif lebih baik.

Apalagi sejak kuartal dua tahun ini ekonomi Tiongkok sudah kembali tumbuh positif, setelah dua kuartal sebelumnya terkontraksi, dan berakselerasi pada kuartal III.

CEBR memprediksi ekonomi Tiongkok tumbuh 5,7 persen per tahun antara 2021-2025, kemudian melambat menjadi hanya 4,5 persen per tahun antara 2026-2030.

Sebaliknya ekonomi AS hanya tumbuh 1,9 persen per tahun antara 2022-2024, kemudian melambat menjadi 1,6 persen per tahun.

Sementara itu pandemi turut berdampak pada perekonomian global dalam bentuk inflasi yang lebih tinggi, alih-alih pertumbuhan yang melambat.

“Kami melihat tren meningkatnya tingkat suku bunga pada perekonomian global pada pertengahan 2020. Ini akan menjadi tantangan bagi negara-negara yang mengandalkan pinjaman untuk merespon krisis Covid-19,” tulis CEBR.

Namun sekarang ekonomi global bergerak menuju perekonomian yang lebih hijau dan berbasis teknologi pada 2030. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here