RSUD Nunukan Tingkatkan Pelayanan
Foto: Doc

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – RSUD Nunukan merupakan badan layanan umum (BLU) maka setiap permasalahan yang terjadi berkaitan dengan pelayanan medis bukan kewenangan Bupati atau Wakil Bupati Nunukan tetapi tanggungjawab pimpinan langsung yakni direktur.

Direktur RSUD Nunukan, dr Dulman yang dihubungi via telepon selulernya menerangkan, masyarakat wajib memahami bahwa pelayanan medis di RSUD Nunukan saat ini semakin baik meskipun masih ada kelemahan-kelemahan yang masih butuh pembenahan. Berkat semakin banyaknya anggaran yang digelontorkan dari APBN.

Ia mengakui, suplai anggaran dari APBD selama ini jumlahnya minim dari kebutuhan tetapi tertutupi dari APBN dalam rangka perbaikan layanan dan sarana prasarana yang perlu disediakan.

“Jika dibandingkan sebelumnya, saat ini anggaran untuk RSUD Nunukan tetap ada dari APBN karena APBD masih defisit. Kita maklumi itu karena keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah,” ucap dr Dulman, Sabtu, 16 Oktober 2020.

Berkat anggaran dari APBN tersebut, maka Bupati Nunukan dalam hal Hj Asmin Laura Hafid telah menginstruksikan agar semua ruangan dipasangi air conditioner (AC). Itupun manajemen RSUD Nunukan telah melakukan arahan Bupati Nunukan tersebut karena diharapkan pelayanan semakin baik terutama kenyamanan pasien.

Hanya saja, kata dia, tidak semua ruangan dipasangi AC karena kadangkala ada pasien yang tidak senang dengan suhu dingin. Oleh karena itu, pihak RSUD Nunukan hanya menyediakan kipas angin pada ruangan tertentu.

“Malahan ibu Bupati (HJ Asmin Laura Hafid) sudah meminta suapay semua ruangan dipasangi AC tapi kan tidak semua pasien tahan dengan suhu dingin makanya disediakan kipas angin,” beber dr Dulman.

Bahkan dia beberkan, sepanjang pemerintahan Bupati-Wakil Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid-H Faridil Murad ini pelayanan dan sarana prasarana RSUD Nunukan semakin baik.

“Jadi tidak betul itu kalau ada masyarakat yang mengatakan, pelayanan di rumah sakit sekarang tidak baik. Malahan selama Ibu Laura jadi Bupati Nunukan pelayanan semakin baik,” ujar dia. Hal ini menanggapi adanya komentar netizen di medis sosial facebook yang mengatakan, kurangnya fasilitas di RSUD Nunukan karena kesalahan Bupati Nunukan.

Menyinggung soal keluarga pasien yang mengamuk kepada perawat jaga, dr Dulman menyatakan, pihaknya masih melakukan investigasi untuk mencari titik permasalahannya.

Jika benar, ada perawat yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada pasien maka tentunya akan diberikan sanksi tegas. Namun, semua pihak-pihak terkait permasalahan tersebut akan dipertemukan pada Senin, 19 Oktober 2020.

Namun dia meminta masyarakat agar memahami soal pengelolaan manajemen dan pelayanan di RSUD Nunukan tidak berkaitan lagi dengan Pemkab Nunukan. Tetapi murni menjadi tanggungjawab pimpinan langsung yakni direktur. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here