Dinkes Katakan Penyakit DBD di Nunukan Mewabah Akibat Lingkungan Rumah Kotor

0
250

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Penyebab utama penyakit demam berdarah dengue (DBD) mewabah yang berdampak pada penetapan Kasus Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara akibat lingkungan tempat tinggal atau rumah dalam keadaan kotor.

Tanggapan Kepala Bidang Pencegahan Pngendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Sabaruddin, Senin (18/3) mengatakan, kasus penyakit DBD di daerah sempat memprihatinkan karena mengalami kenaikan signifikan sepanjang dua bulan terakhir (Januari-februari 2019).

Dibandingkan kasus yang sama pada 2018 jumlahnya tidak mencapai ratusan orang. Namun pada 2019 ini, jumlahnya telah mencapai 112 orang.

Sehubungan dengan semakin jawabannya penyakit yang disebabkan nyamuk aides ini maka Pemkab Nunukan menetapkan KLB dengan melakukan tanggap darurat selama dua pekan dari 1 Maret 2019 hingga 14 Maret 2019.

Tanggap darurat ini dengan melakukan fogging atau pengasapan ke rumah-rumah warga yang terindikasi mewabahnya penyakit ini.

Sabaruddin menjelaskan, selama ditetapkan tanggap darurat maka kasusnya mengalami penurunan drastis. Korbannya mayoritas anak usia di bawah 14 tahun.

Pengasapan rumah warga untuk mengusir dan membunuh jentik nyamuk aides di Kelurahan Nunukan Tengah.

Ia membenarkan, penyakit DBD ini memang lebih banyak menyerang anak-anak karena penyebabnya nyamuk aides yang lebih banyak bersarang di atas rumah.

“Nyamuk aides ini sifatnya nyamuk rumahan. Jadi lebih banyak menyerang penghuni rumah yang jarang beraktivitas,” terang Sabaruddin.

Pada awal bulan Januari 2019, kata dia, positif penderita penyakit DBD di Kabupaten Nunukan sempat melonjak tajam hingga 25 korban.

Kemudian awal Pebruari 2019 kembali naik menjadi 35 kasus. Nah, pada saat itulah langsung ditetapkan KLB demi menjaga segala kemungkinan.

Penetapan KLB ini, berbagai bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara diturunkan berupa mesin fogging, abate dan lain-lainnya yang dibutuhkan selama penanganan.

Adapun jumlah kasus yang positif terjangkit penyakit DBD adalah 44 kasus di Kecamatan Nunukan, 30 kasus di Seimenggaris, 17 kasus di Nunukan Selatan, 10 kasus di Sebatik Barat, tujuh kasus di Sebatik Tengah, dua kasus di Tulin Onsoi dan satu kasus masing-masing di Sembakung Atulai, Lumbis dan Sebatik Timur.

Sabaruddin mengatakan, penderita atau kasus ini diperoleh dari Puskesmas atau rumah sakit yang telah melalui pemeriksaan darah di laboratorium.

Ia menyarankan, warga memperhatikan kebersihan tempat tinggalnya khususnya wadah penampungan air bersih. Sebab pada lokasi yang kotor dan lembab menjadi tempat bersarangnya nyamuk aides ini.

Meskipun aspek atau penderita dinyatakan telah menurun drastis berkat penanganan yang dilakukannya, dia tegaskan, tetap melalukan pemantauan dan pengawasan pada wilayah-wilayah yang terdeteksi selama ini. (*)

Editor : M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here